Petugas Antisipasi Longsor di Jalur Selatan

Liliek Dharmawan
27/6/2016 08:00
Petugas Antisipasi Longsor di Jalur Selatan
(ANTARA/Adeng Bustomi)

BAHAYA banjir dan tanah longsor masih menjadi ancaman di jalur mudik Lebaran 2016. Untuk itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan alat berat di jalur selatan Jawa Tengah. "Sejumlah titik yang potensial longsor di antaranya Pekuncen,

Lumbir, dan Wangon. Penyiagaan alat berat penting karena hujan masih akan turun beberapa pekan ke depan," kata Kepala Dinas SDABM Banyumas Irawadi, kemarin.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah Wangon hingga perbatasan Jateng-Jabar, Eddy Syahputra, menambahkan, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada kawasan perbukitan Cikukun, Kecamatan Wanareja. "Tanahnya labil. Tahun lalu jalan di sana pernah ambles."

Selain di jalan raya, jalur kereta api juga terancam longsor. PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengantisipasi dua wilayah rawan, yakni Goprak di Kabupaten Grobogan dan Sentolo di Kabupaten Kulon Progo.

"Belum ada kejadian di dua titik itu. Hanya, tanah di wilayah ini rawan bergerak sehingga tetap harus ada pengawasan ekstra," kata pemimpin PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Hendy Helmy.

Jalur rawan longsor juga menjadi ancaman di wilayah Sumatra Selatan. Setidaknya ada 28 titik rawan longsor di jalur antarkabupaten dan antarprovinsi.

"Kami menyiagakan alat berat di lokasi rawan longsor dan jalan yang rusak berat. Petugas kami tempatkan di titik-titik itu selama 24 jam sehari," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumatra Selatan, Syamsul Bahri.

Di Sulawesi, jalur translintas barat juga terancam longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memperingatkan adanya sembilan titik longsor di wilayahnya.

"Kami menyiapkan dua posko untuk mengantisipasi kejadian longsor. Sembilan titik rawan itu berada di enam wilayah," papar Kepala BPBD Majene, Mansyur T.

Akhir pekan lalu, tanah longsor terjadi di salah satu titik rawan, yakni di Kecamatan Tubo Sendana. Tanah dan batu yang menimbun badan jalan mengakibatkan jalur translintas barat lumpuh selama 15 jam.

Jalan bergelombang
Kondisi lain yang membuat pemudik merasa tidak nyaman ialah badan jalan yang bergelombang. Di jalur tengah Jawa Tengah yang menghubungkan pantura dan jalur selatan, jalan bergelombang dilaporkan masih terdapat di perbatasan Brebes-Banyumas hingga Ajibarang, terutama di wilayah Kecamatan Pekuncen.

"Pemudik yang lewat jalur itu harus berhati-hati, apalagi badan jalan di lokasi itu tidak terlalu lebar," kata Kapolsek Pekuncen, Ajun Komisaris Sutarno.

Masih di jalur selatan, pemudik yang melewati wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, juga harus berhati-hati karena ada 26 titik pelintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pengaman.

"Pintu pelintasan dikelola masyarakat dengan menggunakan piranti sederhana, besi maupun bambu. Pemudik harus hati-hati saat melalui pelintasan KA di wilayah kami," kata Kepala Dinas Perhubungan Tasikmalaya, Oyeng Maryana.

Di Klaten, Jawa Tengah, pemkab melarang truk pengangkut pasir melintas mulai H-7 hingga H+7 untuk mencegah kemacetan arus mudik.(AT/DW/FH/AD/JS/FR/FL/BN/SS/SB/AU/YH/OL/RF/PO/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya