Angkutan Berat Mulai Padati Pantura Jateng

MI/Akhmad Safuan
08/7/2015 00:00
Angkutan Berat Mulai Padati Pantura Jateng
(Antara Foto)
SEBELUM larangan melintas pada H-5 untuk kendaraan angkutan berat diberlakukan, jalur pantura Rembang-Brebes, Jawa Tengah, dipadati truk. Pantauan Media Indonesia di jalur pantura, kemarin, ribuan truk memadati ruas jalur pantura. Pada umumnya para sopir truk memadati ruas jalur pantura untuk mengejar target mengisi berbagai gudang baik di Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatra.

Truk-truk pada umumnya memuat barang kelontong dan hasil industri. Sejumlah titik kema-cetan mulai terlihat di Kota Tegal, Pekalongan, dan Semarang. "Dalam sepekan ini kita dituntut untuk memenuhi gudang sebagai persediaan karena truk angkutan barang dilarang melintas pada H-5," kata Achmadi, 54, sopir truk yang membawa barang kelontong dengan tujuan Lampung, kemarin.

Demikian juga dengan Hartono, 48, sopir truk yang memuat mesin dari Jakarta menuju Semarang. Pulangnya ia harus membawa mebel dari Jepara ke Jakarta. Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan Doyo Budi Wibowo menjelaskan jumlah truk yang melintas melonjak untuk mengejar H-5, kecuali angkutan barang yang membawa sembako, bahan bakar minyak, pupuk, produk pertanian, dan pos boleh melintas kapan saja.

Dalam mengantsipasi pemberlakuan larangan angkutan berat melintas di jalur pantura pada H-5, beberapa daerah sepanjang jalur pantura juga mulai menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk menampung truk, antara lain di jalur pantura Tegal-Rembang, seperti Jembatan Timbang Tanjung (Brebes), Kramat (Tegal), Wiradesa (Pekalongan), Banyuputih dan Penundan (Batang), Lingkar Weleri dan Kaliwungu (Kendal), Jembatan Timbang Mangkang dan Lingkar Utara (Semarang), Jembatan Timbang Demak, Klaling, dan terminal cargo di jalan lingkar (Kudus).

Sementara itu, untuk menghadapi arus mudik tahun ini, dengan dibukanya Tol Cipali, pengamanan jalur mudik terutama di Brebes ditingkatkan. Sebanyak 1.400 personel kepolisian gabungan akan dikerahkan di wilayah itu. Kepala Polres Brebes Ajun Komisaris Besar Harryo Sugihartono mengatakan pasukan gabungan dari Polres Brebes sebanyak 500 personel, Polda Jawa Tengah 300 personel, Mabes Polri 500 personel, dan Satpol PP 100 personel.

Rawan kecelakaan
Pada bagian lain, Polres Banyumas telah mengidentifikasi empat titik rawan kecelakaan di jalur mudik bagian selatan dan tengah. Di jalur selatan ada dua titik, yakni jalur Jatilawang-Rawalo dan Sumpiuh-Tambak. Adapun di jalur tengah terdapat di Cilongok-Purwokerto dan Sokaraja. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas Ajun Komisaris Ihram Kustarto mengungkapkan setelah melakukan pemetaan, ada empat titik rawan kecelakaan.

"Tahun ini berdasarkan data di Satlantas Polres Banyumas, sudah ada 12 korban tewas di daerah rawan kecelakaan itu," kata Ihram. Menyambut musim mudik, sejumlah daerah telah mempersiapkan jalur mudik. Di Jawa Timur, jalan nasional sepanjang 227 km khususnya yang melewati jalur utama sepanjang Surabaya-Ngawi sudah siap dilalui.

Demikian juga di jalan lintas timur, perbatasan Palembang-Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, sepanjang 1,5 km, selesai dikejakan. Kondisi jalan sudah diaspal. Masih tersisa sekitar 2,4 km lagi pelebaran jalan yang harus dikerjakan pasca-Lebaran.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya