Gempa Tremor Gunung Raung Meningkat

08/7/2015 00:00
Gempa Tremor Gunung Raung Meningkat
(ANTARA/Budi Candra Setya)
Aktivitas vulkanis Gunung Raung di Jawa Timur terus meningkat. Kemarin, amplitudo gempa tremor gunung setinggi 3.332 mdpl itu mencapai 29 milimeter. Sebelumnya, amplitudo rata-rata sebesar 25 milimeter.

"Pada Jumat pagi, terekam peningkatan gempa tremor menjadi 26 milimeter. Dan, pada siangnya meningkat sampai dengan 27 milimeter. Gempa tremor ini menunjukkan aktivitas vulkanis bertambah besar," ujar petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung Burhan Alethea, kemarin.

Dia menjelaskan peningkatan itu juga ditunjukkan dari data pengamatan visual, yakni masih terlihat pekatnya asap yang keluar dari kawah Gunung Raung dengan ketinggian sekitar 400-500 meter. Suara dentuman dan gemuruh disertai letupan pijaran api juga terlihat di atas kawah.

"Jika gempa tremor dominan tersebut terus-menerus meningkat hingga 32 milimeter, kemungkinan status Gunung Raung bisa naik menjadi Awas. Oleh karena itu, kami terus melakukan pengamatan secara ketat dengan dibantu petugas tambahan dan pemasangan telemetri,"  tambahnya.

Peningkatan aktivitas vulkanis itu juga terus dipantau instansi terkait lainnya. Misalnya, TNI-AD telah mendirikan tenda posko bencana di depan Makoramil Songgon. Di dalam tenda dipasang sejumlah poster yang berisi informasi tentang penanggulangan kebencanaan erupsi gunung api. Semisal wilayah terdampak, jalur evakuasi, jumlah penduduk, dan data lainnya.

"Keberadaan posko merupakan langkah antisipasi yang telah disiapkan, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi erupsi, petugas tidak kelimpungan. Karena datangnya bencana tidak bisa diprediksi secara pasti," kata Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Mangapul Hutajulu kepada sejumlah wartawan di PPGA Raung, Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamat­an Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur.

Selain menyiapkan tenda posko bersama, pihaknya juga telah menyiagakan personel TNI-AD dari Kodim 0825 Banyuwangi sebanyak 2 satuan setingkat kompi (SSK) atau 200 personel jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Akibat peningkatan aktivitas Gunung Raung itu, satu penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Juanda ke Denpasar Bali dibatalkan, kemarin.

Penerbangan yang dibatalkan itu ialah pesawat maskapai Garuda Indonesia yang seharusnya berangkat pagi. (KH/HS/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya