Tanggap Darurat Bencana Sangihe Hingga 4 Juli

24/6/2016 18:59
Tanggap Darurat Bencana Sangihe Hingga 4 Juli
(ANTARA)

BENCANA alam tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Data yang ada menyebut, kerugian bencana yang menewaskan lima orang itu mencapai lebih dari Rp57 miliar.

Bupati Kepulauan Sangihe HR Makagansa sudah mengeluarkan surat keputusan status keadaan darurat selama 14 hari sejak 21 Juni-4 Juli 2016. Selama masa tanggap darurat, pemerintah setempat akan membantu para korban serta melakukan perbaikan sarana umum yang rusak akibat bencana yang terjado pada 20-21 Juni lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/6) menyatakan bencana tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang terjadi di kecamatan Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Manganitu, Kendahe, Tamoko, Manganitu Selatan, dan Tatoareng. "Bencana yang terjadi juga merusak ratusan rumah serta jalan raya yang mengakibatkan dua kelurahan terisolir," jelas Sutopo.

Akibat bencana yang terjadi, jelas Sutopo, 1.917 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti di Gereja Moria Akembawi., Gereja Lohongtulumang, SD GMIST Sion Beha atau rumah penduduk di wilayah yang tidak terkena bencana.

"BNPB sendiri telah menyalurkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp350 juta. Bantuan diterima Bupati Kepulauan Sangihe," jelasnya.

Tentang pencarian korban yang tertimbun longsor dan hilang di laut, Sutopo mengatakan, terhambat akibat cuaca yang masih tidak menentu. "Saat ini BPBD Sangihe masih terus melakukan pencarian korban baik yang tertimbun longsor dan korban yg hilang di laut akibat angin kencang. Selain itu, mereka juga melakukan pembersihan material longsor yang menutupi rumah-rumah penduduk, rusal jalan, sarana air bersih dan drainase," imbuh Sutopo. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya