Pencarian Korban Tanah Longsor Jateng Berlanjut

(Tim/N-1)
24/6/2016 02:20
Pencarian Korban Tanah Longsor Jateng Berlanjut
(MI/Furqon)

MEMASUKI hari kelima bencana tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, proses pencarian korban hilang yang diduga tertimbun longsoran tanah masih berlangsung. Menurut Hadianto, penjaga Posko Utama Bencana Tanah Longsor Kabupaten Purworejo, kemarin, masih enam korban yang belum ditemukan. Berdasarkan data posko, keenam orang itu ialah Slamet, Sulaiman, serta Syarif Marsahid dari Desa Karangrejo, juga Jemikin, Jumadi, dan Saman dari Desa Donorati. Dari pantauan Media Indonesia, tim gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, dan sejumlah organisasi kemasayarakat terus melakukan pencarian. Fokus pencarin dilakukan di dua tempat yang diduga masih terdapat korban yang terkubur longsoran.

"Kami terus melakukan pencarian sampai ketemu," kata Hadianto. Longsoran yang menutup akses jalan juga membuat dua desa di Purworejo masih terisolasi, yakni Telogorejo dan Sudimoro. Kepala Desa Sudimoro, Sulistiyo, mengaku akses di jembatan peng-hubung antardesa terputus karena tertimbun longsoran yang belum bisa disingkirkan. Kondisi itu mengharuskan relawan mengangkut kebutuhan logistik dengan motor trail atau berjalan kaki menyeberangi sungai. Beberapa warga Sudimoro juga mengangkut kardus mi instan melewati sungai yang memisahkan Desa Donorati dan Desa Sudimoro.

"Kami masih membutuhkan pasokan bahan makanan karena warga saya praktis tidak bisa bekerja," kata Sutiyono. Hujan sepanjang Sabtu (18/6) menyebabkan banjir disertai tanah longsor di 16 kabupaten/kota Jawa Tengah dan tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibatnya, puluhan orang meninggal atau hilang, puluhan rumah rusak tertimbun longsoran, dan ribuan rumah terendam banjir. Tim SAR kembali menemukan dua korban tanah longsor di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen, Jateng. Total korban yang dapat dievakuasi menjadi lima orang dalam kondisi tewas dan menyisakan satu korban tertimbun.

"Tinggal satu korban yang belum ditemukan yakni Sutinem. Tim SAR masih akan melanjutkan pencarian," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Muhyidin. Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, HR Makagansa memperkirakan banjir dan longsor yang terjadi di daerahnya menewaskan lima orang, dengan tiga orang masih dalam proses pencarian. Selain itu, sambung dia, bencana telah membuat kerugian hingga Rp57 miliar. Bencana telah merusak sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan. Saat ini, sekitar 1.000 warga masih berada di lokasi peng-ungsian. (FU/DW/VL/LD/TS/DG/AU/WJ/FH/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya