Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI kerugian akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara(Sulut), diperhitungkan mencapai Rp57 miliar. Angka itu sudah termasuk kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang putus di beberapa titik.
"Barusan selesai rapat koordinasi dengan instansi terkait, disimpulkan secara keseluruhan total nilai kerugian berkisar Rp57 miliar, perhitungannya ratusan rumah warga rusak parah, infrastruktur jalan dan jembatan yang putus," kata Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, HR Makagansa, di sela-sela peninjauan lokasi bencana di dua Desa, Kecamatan Tahuna Barat, Kamis (23/6).
Menurut Makagansa, sampai saat ini sekitar 1.000 jiwa warga korban bencana berada di lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah, seperti di rumah ibadah, kantor kelurahan, dan tenda-tenda yang didirikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di lapangan.
Umumnya, para pengungsi meninggalkan rumah tempat tinggal mereka yang sudah tidak layak huni, karena bangunan rumah rusak parah dan rata tanah saat banjir bandang yang disertai hantaman tanah longsor. "Kita masih mendata apakah pemerintah mau membangun kembali rumah mereka lagi di lokasi bencana, atau warga direlokasi ke tempat lain," jelasnya.
Makagansa menambahkan, pembangunan kembali rumah warga korban bencana, selain dari pemerintah kabupaten juga sangat diharapkan adanya bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Sebab itu, hasil rapat koordinasi tentang bancana di Sangihe segera disampaikan ke pemerintah pusat.
"Membangun kembali infrastruktur jalan dan jembatan yang putus, serta rumah warga yang rusak sangat tidak mungkin hanya dibiayai dengan dana APBD Kabupaten Sangihe. Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi," tandasnya.
Pengamatan langsung di lokasi bencana, Pemkab kekurangan kendaraan alat berat seperti eskavator dan buldozer membersihkan tanah longsor yang menimbun di sejumlah titik ruas jalan protokol di Desa Kolongan dan Desa Kolongan Akembawi, Kecamatan Tahuna Barat.
Begitu pula di ruas jalan utama dari Bandara Naha ke Tahuna, terhalang dengan 16 titik tanah longsor yang belum dibersihkan. "Karena peralatan kendaraan alat berat terbatas sehingga pembersihan tumpukan tanah longsor bertahap, didahului yang paling parah," kata Makagansa.
Mengenai korban jiwa manusia, menurut Makagansa, teridentifikasi 5 orang meninggal dunia. Dua di antaranya, telah ditemukan tertimbun tanah longsor sudah dimakamkan. Tiga warga lainnya, masih dalam pencarian pascabencana.
Sementara itu Direktur Tanggap Darurat BNPB, Junjungan Tambunan, mengatakan, operasi tanggap darurat dilakukan selama 20 hari terhitung sejak bencana itu terjadi.
"Kalau kekurangan kendaraan alat berat, pemerintah harus tambah. BNPB juga telah menyalurkan bantuan buat korban bencana yang selamat, seperti mi instan, telur ayam, beras, dan lauk pauk. Kalau bantuannya kurang kita tambah," jelasnya. (VL/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved