SAMPAI kemarin, masih ada 10 jenazah dan 22 potongan organ tubuh korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Kota Medan, Sumatra Utara, yang belum berhasil diketahui identitasnya. Untuk itu, Tim Disaster Victim Identification meminta keluarga korban segera melapor ke Posko Ante Mortem DVI Polda Sumatra Utara, di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
"Kehadiran keluarga korban akan mempermudah petugas melakukan identifikasi. Kami minta keluarga membawa dokumen tentang korban, juga pakaian korban yang belum dicuci," kata Ketua Tim DVI Polda Sumatra Utara Komisaris Besar Setyo Purwanto, kemarin.
Dokumen atau ijazah sangat dibutuhkan untuk disesuaikan dengan data post mortem dari jenazah korban. Adapun Pakaian milik korban yang belum dicuci juga dibutuhkan untuk mengambil sampel DNA korban.
"Sampel data ini sangat dibutuhkan untuk cek DNA," tambah Setyo.
Sejak kerja Tim DVI Polda Sumatra Utara dipindahkan ke RS Bhayangkara Medan, belum ada satu pun pihak keluarga korban yang datang melapor. Sampai saat ini, masih ada 10 jenazah dan 22 potongan organ tubuh yang belum diketahui identitasnya.
Di lokasi kejadian, Kepala Lingkungan V, Kelurahan Simpang Selayang, Bismar Sembiring menyatakan ada 9 warga yang tewas dan tiga luka berat, akibat jatuhnya pesawat Hercules di Jalan Letjen Djamin Ginting tersebut. Delapan korban merupakan karyawan panti pijat tradisional dan satu lainnya pekerja bangunan di Kompleks Perumahan Royal Gardenia bernama Rizal, 30.
"Selain mereka, ada tiga warga lain yang berada di lokasi saat Hercules jatuh. Mereka menderita luka dan sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik," tambah Bismar.
Saat jatuh pada Selasa (30/6), Hercules C-130 membawa 122 orang, terdiri dari 33 anggota TNI-AU, 6 TNI-AD, dan 83 warga serta keluarga TNI. Dari lokasi kecelakaan, petugas berhasil mengevakuasi jenazah dan potongan tubuh yang dibawa dalam 146 kantong jenazah.
Kemarin, sejumlah personel TNI masih berjaga di lokasi jatuhnya pesawat. Puluhan warga dari berbagai daerah juga masih terus berdatangan untuk sekadar melihat tempat kejadian.
Lokasi itu sendiri sudah bersih dan tidak ada lagi puing pesawat maupun sisa bangunan rumah yang roboh. Lokasi bangunan panti pijat tradisional yang ikut tertimpa juga sudah dipagar dengan menggunakan seng. Pun arus lalu lintas di ruas jalan menuju kawasan wisata Berastagi itu sudah lancar.