Tol Cipali kembali Telan Korban

UL/Mus/Kim/Gan/Bow/X-9
07/7/2015 00:00
Tol Cipali kembali Telan Korban
Petugas mengevakuasi korban dari minibus Gran Max dengan nopol E 1720 MF yang terbakar akibat menabrak truk yang tengah parkir di bahu jalan Tol Cipali di Cirebon, Jawa Barat, kemarin.(ANTARA/Solihin)

KECELAKAAN maut kembali terjadi di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), kemarin. Kali ini, Daihatsu Gran Max E 1720 MF dari arah Jakarta menuju Cirebon menabrak truk yang tengah berhenti di bahu jalan yang mengakibatkan tujuh orang tewas.

Menurut Kasatlantas Polres Cirebon Ajun Komisaris Rezky Satya Dewanto, mereka yang meninggal seluruhnya penumpang minibus, yakni Rastono, Nurdi, Uus, Edi, Manto, dan Cartim, serta satu lagi belum diketahui identitasnya. Empat orang dalam kondisi kritis dan kini dirawat di RS Mitra Plumbon, Cirebon.

Insiden tersebut, jelas Rezky, terjadi di Km 178 sekitar pukul 17.00 WIB. Kecelakaan diduga disebabkan sopir minibus hendak mendahului kendaraan di depannya dari kiri. Ia tak bisa menghindar ketika ada truk pengangkut semen yang berhenti di bahu jalan karena mengalami kerusakan sehingga tabrakan tak terhindarkan. Minibus itu pun sempat terguling ke parit di tengah tol lalu terbakar.

Insiden kemarin menambah panjang daftar kecelakaan di tol sepanjang 116,75 km, terpanjang di Indonesia, yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 Juni itu. Dua hari lalu, misalnya, Isuzu Panther R 8683 BE menabrak bagian belakang truk yang menyebabkan dua orang tewas. Sebelumnya, pada 18 Juni, terjadi dua kecelakaan yang mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa.

Tol Cipali diharapkan bisa mengurangi kemacetan di jalur pantura Jawa hingga 40% saat arus mudik Lebaran 2015. Namun, tol dengan jalan yang sangat mulus dan panjang itu juga rentan kecelakaan karena cenderung membuat pengemudi lengah.

Sesuai dengan imbauan Presiden, tarif Tol Cipali akan didiskon 25% mulai hari ini hingga 22 Juli. Potongan tarif juga akan diberlakukan untuk tol yang dikelola PT Jasa Marga. Namun, pengelola Tol Kanci-Pejagan, yakni PT MNC Tol Investama, berbeda kebijakan.

Direktur PT MNC Tol Investama Syafril Nasution beralasan kondisi tol di luar kota berbeda dengan tol dalam kota yang selalu ramai. Namun, ia masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah tentang keharusan pemberian diskon.

"Kalau memang harus, kami tidak akan melawan. Tapi sebenarnya diskon sangat memberatkan kami," keluhnya. Menurut Syafril, pihaknya masih butuh dana Rp1 triliun untuk perbaikan Tol Kanci-Pejagan.

Di sisi lain, pemerintah memperpanjang durasi Operasi Lebaran 2015 dari tahun-tahun sebelumnya, dari 14 menjadi 24 hari. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebutkan kebijakan itu mulai diberlakukan pada 2 Juli lalu (H-15) sampai H-9.

Untuk moda transportasi, ujar Jonan, akan ada peningkatan bus hingga 5% menjadi 44.871 unit. Kapal penyeberangan pun bertambah dari 174 pada tahun lalu menjadi 187 kapal, dan kapal laut dari 1.259 menjadi 1.264. "Untuk pesawat, dari 430 menjadi 450 pesawat. Jumlah rangkaian kereta api, tahun lalu 325, tahun ini 370," urai Jonan.

Kepala BIN Marciano Norman meyakini bahwa kondisi keamanan pada musim mudik Lebaran tahun ini bakal berlangsung aman. Hal itu didasarkan koordinasi pihaknya dengan kepolisian dan TNI.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya