Pembajakan Kapal TB Charles Ternyata Modus Penipuan

Syahrul Karim
22/6/2016 21:45
Pembajakan Kapal TB Charles Ternyata Modus Penipuan
(Ilustrasi FOTO ANTARA/FB Anggoro)

INFORMASI adanya pembajakan kapal Tug Boat (kapal tunda) asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang dibajak oleh kelompok Abu Sayyaf saat berlayar ke Filipina ternyata hanya penipuan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Calon korbannya ialah para anak buah kapal (ABK) Kapal TB Charles 001 tk Robby 152 milik perusaan PT Rusianto Bersaudara.

"Infonya tidak akurat," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (22/6) malam.

Hal yang sama ditegaskan oleh Kepala Penerangan Kodam Mulawarman Letkol Subagio mengatakan bahwa kabar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan alias kabar bohong. Menurut dia, itu merupakan salah satu modus penipuan yang dilakukan pererorangan atau kelompok terhadap keluarga korban.

"Ini kabar bohong dari para penipu terhadap keluarga korban. Ini memang beredar kabar soal pembajakan Kapal TB Charles 001 tk Robby 152 oleh kelompok Abu Sayyaf. Seorang di antaranya yang mengaku sebagai anggota kelompok Abu Sayyaf bahkan menghubungi Mega, istri seorang awak Kapal TB Charles 001," jelasnya.

Subagio mengatakan pihaknya langsung menghubungi PT Rusianto Bersaudara, selaku pemilik kapal, guna mengonfirmasikan temuan tersebut. Dari hasil itu, Kepala Operasional PT Rusianto Bersaudara Joko menginformasikan nomor penelepon yang saat dilacak sedang berada di Bandung, Jawa Barat.

"Koordinasi dengan Polda Kaltim diketahui bahwa nomor itu asal Bandung serta lokasinya di Jalan Petamburan Timur," terangnya dalam pesan singkat yang diterima Media Indonesia.

Posisi Kapal TB Charles 001 tk Robby 152, kata Subagio, sedang berlayar di Pulau Maratua menuju Samarinda. Kapal dijadwalkan tiba di Samarida dalam waktu satu hari.

Diduga informasi tentang pembajakan kapal merupakan ulah sindikat penipuan. Apalagi sebelumnya ada kasus pembajakan kapal di Perairan Filipina oleh kelompok Abu Sayyaf. "Silahan kalau kasus ini mau diproses penyidikan kepolisian," tambahnya. (SY/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya