Warga Harus Bersedia Direlokasi

(AU/TS/LD/VL/N-3)
23/6/2016 01:50
Warga Harus Bersedia Direlokasi
(ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

MENTERI Kesehatan Nila Farid Moeloek meminta warga Dusun Caok, Desa Karang-rejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bersedia direlokasi ke tempat aman untuk mengurangi risiko bencana. "Selama ini pemerintah sudah bekerja sama dengan UGM, dan selalu berupaya mendeteksi lingkungan perbukitan Menoreh yang dinilai memang sangat rawan bencana tanah longsor. Warga harus mau direlokasi," jelasnya saat meninjau lokasi tanah longsor di Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Rabu (22/6).

Hingga kemarin, baru satu korban tanah longsor Purworejo yang ditemukan. Korban bernama Saripah, warga Dusun Caok, ditemukan pukul 14.15 WIB. Tim gabungan SAR masih terus mencari korban yang hingga kini belum ditemukan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera melakukan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang terjadi di 16 kabupaten/kota di wilayah itu.

Khusus untuk Kabupaten Purworejo memang belum rampung. Meski demikian, kabupaten lain segera menyerahkan data-data kerusakan. "Pemprov sudah menyiapkan dana untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tanah longsor dan banjir bandang di 16 kabupaten/kota di Jateng," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi bencana di Tambak, Banyumas, Rabu (22/6).

Ganjar menambahkan Wapres Jusuf Kalla telah meneleponnya agar laporan kerusakan akibat bencana segera diserahkan. "Sehingga bantuan bisa segera dicairkan. Makanya, pemprov telah meminta kepada kabupaten/kota yang terkena bencana untuk segera menyerahkan data kerugian," lanjutnya.

Pemprov Jateng secara khusus akan memberikan bantuan Rp15 juta untuk warga yang rumahnya rusak, santunan untuk ahli waris Rp10 juta bagi korban meninggal, dan Rp7,5 juta bagi korban cacat. Pada bagian lain, Pemkab Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, memastikan empat warga yang hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor telah meninggal dunia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Edwin Roring, menjelaskan dari empat korban yang hi-lang, satu di antaranya sudah ditemukan. Korban bernama Rilne Agumanis, 66, warga Kelurahan Tapuang, Keca-matan Tahunan Timur.
"Ia ditemukan tertimbun longsoran tanah," ujar Edwin. Tiga korban lain yang belum ditemukan ialah Rosali Gabhaube, 55, warga Desa Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna; Lenitje Awungbas dan Christine Mokodompis, warga Kelurahan Kolongan Beha, Kecamatan Tahuna Barat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya