Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUKA itu datang 5 Juni. Sri Maryani, 40, TKI yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia, tewas dalam peristiwa tabrak lari Selasa (21/6), jenazah Sri tiba di rumah keluarga di Jalan Platuk I, Depok, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah. Jenazah korban diberangkatkan dari Kuala Lumpur dengan pesawat Ga-ruda dan mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Surakarta. "Pemulangan jenazah kakak saya bisa dilakukan berkat kerja keras Kedutaan Besar RI di Malaysia dan aktivis buruh migran asal Malaysia, Alex Ong," papar Sriyono, adik korban. Sri Maryani ialah seorang janda. Ia bekerja di Malaysia untuk menghidupi empat anaknya, serta ibu kandungnya. Sriyono bertutur kakaknya sudah bekerja di Malaysia sekitar empat tahun. Tiga tahun berturut-turut, dia selalu pulang saat Lebaran. "Ini tahun keempat. Kali ini kepu-langannya yang terakhir," lanjut Sriyono.
Pemulangan Sri Maryani bukan tanpa perjuangan. Mulyadi, aktivis buruh migran, menceritakan, setelah mendapat kabar adanya TKI yang meninggal karena tabrak lari di Kuala Lumpur, pihaknya segera menghubungi Alex Ong. "Dia sering membantu berbagai masalah yang diha-dapi TKI di negeri jiran itu. "Koordinasi juga dilakukan ke KBRI di Kuala Lumpur. Saat itu, jenazah korban masih tertahan di salah satu rumah sakit. Alex pun menghubungi Ketua Persatuan Golf Malaysia untuk meminta bantuan. Selama ini, almarhumah memang bekerja sebagai caddy di lapangan golf.
Hati sang ketua pun terketuk dan mengulurkan dana Rp70 juta, sehingga jenazah korban bisa keluar dari rumah sakit. Selanjutnya, upaya pemulangan ke Surakarta menghadapi kendala. Polisi Malaysia pun meminta dana Rp20 juta-Rp25 juta. Keluarga korban juga harus mengganti sepeda motor yang dipakai almarhumah saat ditabrak dengan nilai Rp21 juta. Kondisi keluarga korban yang tergolong miskin tidak memungkinkan untuk membayar semua dana itu. Di Tanah Air, Sriyono pun bekerja keras dengan menghubungi sejumlah pihak terkait.
KBRI pun menyambut keluhan Sriyono. Setelah menerima dokumen terkait ketidakmampuan keluarga korban, KBRI bekerja cepat untuk memulangkan tubuh korban. Di Aceh Besar, Aceh, kapal pengangkut imigran asal Sri Lanka tidak bisa dibawa ke tengah laut, karena ombak tinggi. "Mereka tidak diizinkan tinggal di Aceh. Kalau kondi-sinya sudah memungkinkan, mereka akan dibawa ke tengah laut lagi," papar Kadiv Imigrasi, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Achmad Samadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved