Kapal Imigran Srilanka Nyaris Terbalik di Perairan Aceh

Ferdian Ananda
21/6/2016 21:34
Kapal Imigran Srilanka Nyaris Terbalik di Perairan Aceh
(MI/Ferdian Ananda)

PENARIKAN kapal yang membawa imigran Srilanka di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (21/6) batal dilakukan karena kondisi cuaca yang ekstrim. Bahkan, kapal tersebut nyaris terbalik dihempas ombak.

Kondisi kapal saat ini, sudah susah untuk ditarik dan digiring ke tengah laut. Bagian kanan kapal sudah dalam kondisi miring. Gelombang laut masuk ke dalam kapal sehingga menyebabkan mesin dipenuhi air.

Badai dan gelombang tinggi yang menghempas kawasan itu sejak semalam. Bahkan, dua alat berat yang sebelumnya berada di lokasi sudah menjauh dari bibir pantai.

Achmad Samadan, kepala Divisi Imigrasi Kanwil Depkumham Aceh, mengatakan kondisi cuaca yang sangat buruk membuat penangganan Imigran Srilanka masih terkendala.

"Cuaca membuat kapal tidak bisa dipindahka, kami akan segera berkoordinasi secara komprehensif dengan semua pihak terkait. Kami akan tetap mencari opsi lainnya untuk segera menindaklanjuti pemulangan para imigran," katanya.

Ia mengaku pemerintah tetap tidak mengeluarkan izin tinggal dan penampungan lebih lama Imigran Srilanka di Aceh. Pihaknya terus melakukan segala upaya agar Imigran Srilanka bisa dipulangkan.

Meski demikian, pihak UNHCR dan IOM yang sempat dilarang terlibat dalam penangganan Imigran Srilanka, sejak Selasa pagi (21/6) mulai terlihat memasuki tenda penampungan para Imigran di bibir Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga Aceh Besar.

"Mereka mendata para imigran, agar datanya lengkap saja. Sehingga secara keseluruhan kami juga mesti tahu, siapa mereka sebenarnya. Jangan-jangan data yang diberikan kemarin tidak valid," terang Acmad Samadan di lokasi penampungan imigran Srilanka.

Ia tetap yakin, kondis kapal yang hampir terbalik itu bisa diperbaiki dan digunakan untuk memulangkan para Imigran. Oleh karenanya, Acmad Samadan terus menunggu hingga kondisi dan situasi di Perairan Aceh membaik.

"Kalau lihat kondisi kapal sekarang ya tidak memungkinkan, tapi jika sudah diperbaiki kapal itu akan bisa berlayar lagi. Intinya mereka akan dipulangkan dan tidak akan ditampung lebih lama di Aceh," pungkasnya.

Sementara itu, dua orang warga Srilanka telah dirujuk ke rumah sakit setempat. Berdasarkan pantauan, kedua orang perempuan itu mengalami pembengkakan di kaki setelah beberapa hari lalu meloncat dari kapal. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya