Penanganan Limbah Industri Kota Bandung Terburuk di Jabar

Sonny Budi
21/6/2016 21:27
Penanganan Limbah Industri Kota Bandung Terburuk di Jabar
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

KOTA Bandung, Jawa Barat menjadi kota yang paling buruk se-Jawa Barat dalam penanganan limbah industri.

"Kota Bandung gagal mengelola lingkungan. Dari 45 perusahaan di Kota Bandung yang dinilai, 32 diantaranya tidak mengolah limbah dengan baik sehingga masuk dalam kategori merah dan hitam. Artinya 70 persen tidak taat," kata Kepala BPLHD Provinsi Jabar Anang Sudharna, Selasa (21/6).

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berang dengan masih banyaknya perusahaan tekstil yang bandel dan tidak mengindahkan peringatan untuk mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pemprov Jabar akan mengusulkan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Perdagangan untuk memboikot produk pabrik-pabrik yang nakal dan tidak taat aturan lingkungan.

Kekecewaan Wakil Gubernur terlihat, ketika melakukan sidak di kawasan pabrik di sekitar Banjaran dan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Saat sidak bersama BPLHD Jawa Barat ke sebuah pabrik di Tarajusari Banjaran, Deddy melihat IPAL tidak berfungsi dengan baik dan air hasil pengolahan IPAL yang berwarna hitam mengalir ke sungai.

"Jelas airnya sangat hitam, bahkan itu mengalir ke sungai. Ipalnya ga beres ini, belum lagi masalah limbah B3 nya, itu masih dicek di lab," kata Deddy.

Dikatakannya, kondisi tersebut jelas membuatnya kecewa, apalagi yang lebih memprihatinkan adalah pabrik tersebut adalah salah satu pabrik yang sudah terkena surat peringatan dari kementrian lingkungan hidup pada tahun lalu.

"Sudah dapat peringatan tapi kok tidak ada perbedaan, airnya tetap saja hitam pekat. Jelas ini sangat memprihatinkan," jelasnya.

Dikatakannya, kondisi ini sangat ironis disaat Pemerintah Provinsi Jabar gencar-gencarnya melakukan normalisasi Sungai Citarum. Terlebih, industri yang tidak mengolah limbahnya dengan baik ini sudah mendapat teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"Sudah tahu ada pelanggaran dan kerusakan lingkungan, tapi aneh kok enggak ada pabrik yang disetop buang limbah B3. Tapi inilah salah satu wajah penegakkan hukum kita," kata Deddy. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya