Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI kalangan Keraton Yogyakarta, ada beberapa tokoh yang mendalami ilmu filsafat manusia. Sebelum Ki Ageng Suryomentaraman, Sultan Agung mengusung konsep cipta, rasa, dan karsa. Menurut Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Prof Kuncoro, Sultan Agung ialah bapak psikologi, sedangkan Suryomentaram ialah pemikir psikologi modern di Indonesia. "Memang ilmu psikologi berkembang di Barat, tetapi bukan berarti di Indonesia tidak ada pemikir seperti itu. Pemikiran Suryomentaram sangat scientific," ujar Kuncoro saat ditemui di ruang kerjanya. Fakultas Psikologi UGM kemudian tertarik membedah lebih dalam ajaran Suryomentaram karena dianggap lebih lengkap secara literatur.
Dalam proses pencarian jati diri, Suryomentaram selalu mencatat dan terdokumentasi dengan baik. Catatan-catatan tersebut kini dipelajari para pengikutnya yang tersebar di berbagai daerah. "Secara teoritik sudah oke dan secara aplikatif juga sudah. Ajaran Ki Ageng Suryomentaram bukan klenik karena semua orang bisa melihat dan membuktikan," ujar dia. Sementara, bagi dosen Filsafat UGM, Achmad Charris Zubair, ajaran Ki Ageng merupakan alat untuk memahami kebenaran dan mengembangkan ilmu, tidak sekadar rasional manusia. "Namun seluruh potensi kemanusiaan," ujar Achmad Charris.
Secara ontologis, tujuan kebenaran menurut Ki Ageng Suryomentaram ialah manusia seutuhnya. Kebenaran justru didapatkan ketika manusia dapat menanggalkan hal-hal yang menempel dalam dirinya, yakni gelar, pangkat, jabatan, bahkan nama yang disebut manusia tanpa ciri. Ryan Sugiarto menambahkan, proses pencarian yang dilakukan Ki Ageng Suryomentaram merupakan bentuk verifikasi ilmiah. Ada dua cara yang dilakukan Ki Ageng, yaitu kandha takon secara langsung dan menulis serta berbalas surat.
Saintifikasi ajaran Ki Ageng pun telah dibuktikan di dunia akademik lewat berbagai karya ilmiah, baik skripsi, tesis, ataupun disertasi. "Walau ada yang mempertanyakan tentang saintifikasi ajaran kawruh jiwa, kini sudah semakin banyak yang bisa menerima (kawruh jiwa)," kata Ryan. Ajaran kawruh jiwa pun tidak hanya hidup di komunitas-komunitas dan masyarakat, tetapi juga kini sudah masuk di dunia akademis. (AT/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved