Tuban dan Lamongan Siaga Banjir

M Yakub
21/6/2016 17:09
Tuban dan Lamongan Siaga Banjir
(MI/Widjajadi)

STATUS permukaan air Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, sudah turun dari siaga menjadi normal, Selasa (21/6) siang. Meski demikian, warga sepanjang bantaran sungai tetap diminta waspada luapan Bengawan Solo. Sebab, hingga saat ini curah hujan di kawasan huku hingga hilir sungai masih tinggi.

Kondisi tersebut dimungkinkan Bengawan meluap kembali. Dengan pertimbangan itu juga, puluhan pintu air sepanjang kawasan kota masih belum dibuka. Turunnya permukaan air di Bojonegoro, justru membuat di kawasan hilir di Kabupaten Lamongan dan Tuban naik statusnya menjadi siaga banjir.

Sebab, aliran air turun mengilir deras melewati Kabupaten Tuban dan Lamongan hingga ke hilir di Gresik. Di pos pantau air Kecamatan Babat, tinggi permukaan air wilayah setempat masih berstatus siaga satu atau berada pada titik 7.19 mdpl. Begitu juga, di kawasan Plangwot, Kecamatan Laren permukaan air sungai juga meningkat dengan status siaga satu atau 5.12 mdpl.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Kantor BPBD Pemkab Bojonegoro, Sukirno, Selasa (21/6) mengatakan sejak pukul 06.00 Wib posisi tinggi air permukaan Bengawan Solo di pos pantau Karangnongko, Kecamatan Ngraho turun pada posisi 25.52 meter dari permukaan air laut (mdpl). Sedangkan, untuk pos pantau Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro juga turun pada 12.62
mdpl. "Trendnya terus turun," tambahnya.

Meski demikian, lanjut dia, warga sepanjang bataran Bengawan Solo tetap diminta waspada banjir. Sebab, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan sepanjang bulan ini masih tinggi sehingga, dimungkinkan air Bengawan bisa naik kembali. "Kami imbau agar warga tetap waspada," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya