Pantura Darurat Bencana Rob

Akhmad Safuan
21/6/2016 10:19
Pantura Darurat Bencana Rob
(MI/Akhmad Safuan)

BENCANA banjir air laut pasang (rob) terus menjadi langganan di beberapa daerah Pantura karena belum ada penanganan yang tepat, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah tetapkan status darurat bencana dan mengucurkan dana Rp3.9 miliar untuk penanganan rob tersebut.

Pemantauan Media Indonesia di Pantura, Selasa (21/6), banjir air laut pasang (rob) masih terjadi. Meski sudah mulai menyusut, banjir rob masih merendam beberapa daerah di Pantura seperti Kota Tegal, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kendal, Kota Semarang, Demak, dan Jepara.

Ketinggian air rob di beberapa daeerah tersebut hingga kini masih mencapai 25-60 centimeter. Selain merendam ribuan rumah penduduk, banjir rob juga mengakibatkan tenggelam dan hilangnya ribuan hektare areal pertambakan dan persawahan,

Di Kota Pekalongan, banjir rob telah merendam 2/3 kota. Meski bantuan dialirkan sejak rob menerjang kota ini sebulan lalu, warga protes karena penanganan rob tidak pernah tuntas dan banjir terus merendam tiga kecamatan yang ada.

"Warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan sampai protes dengan memasang patung tengkorak dan boneka pocong di pintu gerbang jalan masuk karena protes penanganan rob yang tidak pernah tuntas," kata Suryono,49, warga setempat,

Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid menghadapi kondisi itu langsung menetapkan status darurat bencana dan menfucurkan anggaran hingga mencapai Rp3,9 miliar untuk mengatasi banji rob tersebut

"Kita terrus berupaya mengatassi banjir rob ini, bahkan kita juga minta bantuan pemerintah pusat dan provinsi," katanya.

Dana Rp3,9 miliar untuk penanganan rob, ungkap Alf, dialokasikan dari APBD Kota Pekalongan tahun 2016, baik untuk penanganan darurat seperti penbuatan dapur umum, penanggulan sungai dengan karung berisi pasir, pengadaan pompa air, serta penyaluran bantuan logistik, obat-obatan serta bantuan air berasih.

"Kita akan lakukan pengadaan 4.000 pasang sepatu bot untuk warga, sebelumnya telah menyalukan bantuan dengan anggaran yang ada Rp100 juta dan kini ditambah Rp100 juta di Dinas Sosial dan Rp50 juta di BPBD Kota Pekalongan," ujarnya

Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah terus berupaya melakukan penanganan banjir rob yang merendam jalur Pantura Semarang-Demak sebagai antisipasi terganggunya arus mudik lebaran yang mulai melintas dengan menanggul sungai dan saluran yang ada menggunakan 20.000 karung plastik berisi tanah dan pasir.

"Langkah darurat ini kita tempuh untuk mengamankan jalur Pantura dari banjir, meskipun belum 100% tuntas namun sudah dapat mengurangi genangan yang sebelumnya mencapai 50 centimeter," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Setelah penanganan darurat dilakukan, ujar Ganjar, selanjutnya dilakukan langkah-langkah penanganan secara permaen, bahkan Presiden dan Kementerian PUPR juga ikut memberikan perhatian penuh dan telah siap untuk melakukan penanganan banjir rob tersebut, sehingga diharapkan masalah rob akan tuntas setelah ini.

"Siapapun kalau ada yang mempunyai ide hebat untuk mengatasi rob agar tidak terjadi lagi silahkan temui saya. Kita buruh pemikiran yang tepat untuk ini," tegas Ganjar. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya