Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDEKATI masa arus lebaran, PT KAI Daop 6 Yogyakarta meminta masyarakat mewaspadai perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu.
"Jumlah perlintasan kereta yang tidak berpalang pintu masih sangat banyak sehingga warga yang melintas harus sangat berhati-hati karena pada masa angkutan Lebaran akan ada peningkatan jumlah kereta yang melintas," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Selasa (21/6).
Penambahan intensitas perjalanan kereta selama masa angkutan Lebaran berasal dari operasionalisasi kereta tambahan Lebaran dari Daerah Operasi 6 dan dari wilayah lain yang juga melintas di Yogyakarta.
Kereta tambahan yang akan dioperasikan dari Daerah Operasi 6, di antaranya Argo Lawu Fakultatif, Taksaka Lebaran, Sancaka Lebaran, Argo Dwipangga Fakultatif, dan Taksaka Pagi Lebaran.
Di wilayah kerja Daerah Operasi 6 Yogyakarta, terdapat lebih dari 400 perlintasan kereta dan baru ada 120 perlintasan yang memiliki palang pintu.
Eko menyebut pembuatan palang pintu kereta bukan merupakan tugas PT KAI namun menjadi kewajiban pemerintah daerah setempat.
"Semakin banyak perlintasan akan semakin berbahaya," katanya.
Oleh karena itu, PT KAI mengimbau warga tidak membuka perlintasan kereta baru agar jumlah perlintasan yang berbahaya tidak semakin bertambah.
"Ingat, bahwa kereta api tidak bisa direm mendadak sehingga perjalanan kereta api harus diutamakan untuk keselamatan semua pihak," katanya.
Selain tidak membuka pintu perlintasan baru, PT KAI juga berharap pemerintah daerah lebih banyak membuat jalan layang dan underpass untuk meminimalisasi jumlah perlintasan sebidang.
Daerah rawan di Daerah Operasi 6 Yogyakarta di sekitar Gundih, Kaliyoso, Goprak karena tanah di lokasi tersebut labil. Namun, sudah dilakukan antisipasi dengan menambah beronjong dan memperbaiki drainase.
"Kami juga melakukan pemantauan ekstra di sekitar jembatan. Ada ronda jembatan dan penambahan juru pemantau jalan atau rel," katanya.
PT KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran 2016 selama 22 hari, yaitu 26 Juni hingga 17 Juli. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 2 Juli, dan arus balik pada 10 Juli.
Pada tahun ini, jumlah penumpang selama masa angkutan Lebaran diperkirakan mengalami kenaikan 5,5% dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu dari 5,1 juta menjadi 5,3 juta penumpang. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved