Lebih 1.000 Ha Padi di Kulonprogo Terancam Puso akibat Banjir

Agus Utantoro
20/6/2016 21:16
Lebih 1.000 Ha Padi di Kulonprogo Terancam Puso akibat Banjir
(MI/LILIEK DHARMAWAN)

BANJIR besar yang melanda Kabupaten Kulonprogo mengakibatkan lebih dari 1.000 hektare (ha) tanaman padi terancam puso (gagal panen).

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulonprogo Bambang Tri Budi, Senin (20/6), menjelaskan, tanaman padi ini terancam puso karena terendam banjir. Ia menyebutkan tanaman itu tersebar di Kecamatan Wates, Kecamatan Panjatan, Kecamatan Sentolo, Kecamatan Kokap, dan Kecamatan Galur.

"Lahan tanaman padi yang terendam banjir paling parah ada di Temon yang mencapai 312 ha. Total kerugian masih menunggu empat hingga lima hari ke depan," kata Bambang.

Ia menyodorkan rincian selain lahan padi, tanaman kedelai seluas 721 ha, melon seluas 490 ha, cabai seluas 30 ha, dan bawang merah seluas 15 ha teredam banjir.

Dikatakan, untuk Kecamatan Temon luas tanaman padi yang terendam seluas 312 ha, kedelai 12 ha, dan melon seluas 16 ha. Titik yang paling parah terendam air ialah Temon Barat.

Selanjutnya, di Kecamatan Wates lahan yang terendam banjir untuk tanaman padi seluas 223 ha, cabai 10 ha yang berada di Desa Ngestiharjo, Giripeni, Triharjo. Kecamatan Panjatan seluas 265 ha, kedelai 80 ha, melon 70 ha, dan cabai 35 ha.

Adapun di Kecamatan Gakur, tanaman padi yang terendam 87 ha, kedelai 387 ha, dan melon 350 ha. Kemudian, Kecamatan Lendah, luasan tanaman padi yang terendam seluas 69 ha, kedelai 240 ha, cabai 30 ha, bawang merah 20 ha, dan melon ada ratusan ha. Kecamatan Pengasih lahan yang terendam banjir seluas 70 ha dan Kokap 15 ha.

"Kondisi tanaman padi yang paling parah di Wates, Temon, dan Panjatan. Rata-rata di tiga kecamatan ini, tanaman padi sedang ngapak atau penyerbukan. Kalau penyerbukan tergenang air, maka tidak jadi," kata Bambang.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sangat sedih dengan tergenanganya ribuan ha tanaman padi, hortikultura, bawang, dan cabai. Hal itu disebabkan Pemkab sedang berupaya meningkatkan indek tanaman untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya tanamam padi.

Sejauh ini, Kementerian Pertanian (Kementan) membebankan kepada Pemkab Kulonprogo meningkatkan indeks produksi dengan luasan tanaman padi seluas 1.030 ha. "Apa daya tangan tak sampai. Kami sudah berusaha maksimal, tapi Tuhan berkendak lain," kata Hasto dengan sedih. (AU/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya