GUNUNG Raung terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Sekitar 18 penerbangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pun dibatalkan. Gunung setinggi 3.332 meter yang terletak di tiga kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur, tersebut terus melepas erupsi dengan ketinggian 200 hingga 400 meter.
Namun, menurut Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Balok Suryadi, letusan masih kategori minor. Gempa tremor juga terus terjadi. Meski begitu, letusan membuat empat kecamatan di Banyuwangi, yaitu Songgon, Sempu, Glenmor, dan Kalibaru diguyur abu. Semburan asap dan abu vulkanis juga memaksa belasan penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai dibatalkan.
General Manager PT Angkasa Pura Ngurah Rai, Trikora Harjo, mengatakan, akibat asap Gunung Raung, 11 penerbangan Virgin Air dan Jet Star dari dan ke Australia, kemarin, batal. "Hari ini (kemarin) ada 11 penerbangan, sedangkan kemarin (Jumat, 3/7) ada 7 penerbangan (yang dibatalkan). Adapun untuk penerbangan lokal dan penerbangan dari negara lain tidak masalah," ujarnya.
Kedua maskapai tersebut tidak mau ambil risiko karena debu vulkanis dari Gunung Raung bergerak ke arah selatan dan tenggara. Untuk mengantisipasi aktivitas Gunung Raung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah menyiapkan lokasi pengungsian. Untuk warga Banyuwangi yang terdampak, pengungsian disiapkan di jarak 15 km dari puncak Gunung Raung, 12 km untuk warga Bondowoso, dan 20 km untuk warga Jember.
"Pengungsi di Banyuwangi diperkirakan sekitar 50 ribu orang dan Bondowoso sekitar 1.800 orang. Paling banyak justru dari Jember, yakni sekitar 117 ribu orang," jelas A Rabiul Fuad, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim. Yang jadi soal, jalur evakuasi seperti di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, belum diperbaiki.