Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG sore Minggu (19/6), matahari masih terasa terik. Saat Media Indonesia mengunjungi Martunis, ia sedang bercanda dengan adik perempuannya, Safira, 9, dan Riazul Jannah, 4.
Sesekali pemuda itu menggelitik adiknya sambil tertawa lepas. Dalam ruang tamu itu, pemuda berseragam kostum hijau dan putih itu sedang berkumpul dengan keluarganya.
Mencari kediaman Martunis, juga tidak bergitu sulit, meski terletak di ujung perbatasan Kota Banda Aceh, Aceh Besar. Terbukti, hanya sekali bertanya kepada seorang warga di sana, Media Indonesia sudah bisa mengetahui letak rumahnya. Seluruh masyarakat Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh mengenal betul sosok pemuda itu.
Martunis memang begitu fenomenal, saat usianya 12 tahun ia menjadi korban Tsunami Aceh 2004 silam. Selama 21 hari bertahan di laut lalu ia ditemukan dengan memakai kostum timnas Portugal. Atas kegigihannya, ia mendapatkan simpati dari bintang-bintang sepak bola Portugal. Bahkan Cristiano Ronaldo mengangkatnya sebagai anak dan menfasilitasinya menjadi pemain binaan Akademi Sporting Lisbon, Portugal.
Kamis malam (16/6), Martunis mendapatkan izin untuk menikmati liburan dan tiba di kampung halamannya. Kepada Media Indonesia, Martunis bercerita pengalamannya selama di Portugal. Bahkan, ia mengaku cita-citanya menjadi pemain sepakbola mulai terlihat nyata seiring meningkatnya kemampuan mengolah si kulit bundar.
"Saya diizinkan pulang, pemain lain juga sudah duluan pulang. Karena kompetisi sudah berakhir, dan saya menunggu panggilan dan keputusan yayasan selanjutnya," katanya.
Selama menuntut ilmu di Portugal, Martunis mengaku telah banyak mengalami perubahan dalam bermain sepakbola. Bahkan, tendangannya juga telah akurat dan kuat. Selain itu, kemampuan dribbel dan headingnya juga meningkat pesat.
Latihan yang dilakukan pelan-pelan di setiap tempat, dulu saat berlatih shooting saya sempat cedera selama 2 minggu, Alhamdulillah sekarang shooting sudah kuat. Dribbel dan Heading juga sudah meningkat," katanya.
Meski demikian, Martunis mengaku sedih karena diusianya yang ke-19 tahun seharusnya ia sudah bisa bermain profesional di Sporting Lisbon B. Berdasarkan ketentuan, pemain Sporting Lisbon B rata-rata berusia 18 hingga 19 tahun.
"Mereka bilang saya tertinggal jauh, seharusnya diusia sekarang sudah bermain di level Profesional. Tapi saya yakin masih bisa berkembang. Selama setahun di sini juga sudah merasakan banyak perkembangan," tuturnya.
Ayah Martunis, Sarbini, 48, mengatakan selama setahun di Portugal, anaknya telah mengalami banyak perubahan. Saat pertama bertemu secara langsung, Sarbini mengaku kaget melihat penampilan Martunis. Selain postur badannya yang telah tegap dan wajahnya juga sudah berewokan.
"Awalnya sempat kanget melihat perubahan Martunis, dulu waktu ke sana dia kurus, sekarang sudah berotot dan sedikit lebih tinggi. Semoga saja kemampuan bermain bolanya juga meningkat," katanya.
Sarbini sangat mendukung dan memiliki harapan yang besar agar Martunis kelak menjadi pemain sepakbola Profesional. Bahkan, ia mengiklaskan kepergian Martunis untuk waktu yang lama, jika anaknya ingin berkarir di Portugal.
"Saya mendukung cita-citanya menjadi pemain bola hebat. Jika pun ia ingin berkarir di Portugal, saya siap melepaskan demi kesuksesannya nanti, harapnya. (OL-2) (Ferdian Ananda)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved