Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN jemaah penganut Ahmadiyah di Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku resah. Hal itu muncul sejak mereka menandatangi surat pernyataan yang melarang mereka mengajak atau menyebarkan kepada orang lain paham Ahmadiyah.
"Kami merasa resah dan tertekan semenjak peristiwa itu dan hal ini kami sudah laporkan ke pimpinan tinggi Ahmadiyah," kata Ibrahim, warga salah seorang anggota Ahmadiyah Desa Sambelia, Minggu (19/6).
Menurut Ibrahim, apabila masih maka kami diminta bersedia keluar dari desa kami. "Padahal kami ini warga asli Bagik Manis," ujar Ibrahim yang sehari-hari kerja sebagai petani.
Munculnya surat pernyataan tersebut berawal dari adanya kegiatan terawih yang dilakukan jamaah di salah satu rumah warga Ahmadidyah Selasa (14/6). Kemudian Kepala Desa Bagik Manis bersama Kepala Dusun kemudian melaporkan peribadatan anggota Ahmadiyah itu kepada Camat Sambelia dan Kapolsek Sambelia.
Sebanyak 8 orang warga Ahmadiyah 'diamankan' ke Polsek dan selanjutnya dipindahkan ke Polres Lombok Timur selama empat hari dengan alasan pengamanan dari amuk massa. "Kami bukan ditahan tapi diamankan," katanya.
Ibrahim mengatakan, semenjak saat itu, segala aktifitas seperti yang tercantum dalam dalam surat pernyataan terpaksa tidak lagi dilakukan demi keselamatan bersama. "Ya untuk terawih terpaksa kita laksanakan di rumah masing-masing," ujarnya.
Kepala Desa Bagik Manis, Abdurrahman membenarkan tentang terbitnya surat pernyataan tersebut. "Itu maunya masyarakat. Namanya beda keyakinan dikhawatirkan ke depan bisa meresahkan," ujar Abdurrahman.
Abdurrhaman mengatakan, jumlah warga Ahmadiyah di wilayahnya sekitar 15 KK mereka tersebar di sejumlah dusun, "Mereka bukan pendatang tapi asli warga setempat," ujarnnya.
Mubaligh jamaah Ahmadiyah Wilayah NTB, Saleh Ahmadi mengatakan pihaknya secara resmi tidak mengakui adanya surat pernyataan tersebut, "Apalagi dilakukan sepihak dan mereka dibuat ketakutan dan mungkin juga dipaksa," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved