Tinggi Muka Air Waduk Gajah Mungkur Masih Aman

Widjajadi
19/6/2016 16:09
Tinggi Muka Air Waduk Gajah Mungkur Masih Aman
(MI/Widjajadi)

PERUM Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo memastikan banjir besar di sejumlah wilayah kabupaten Sukoharjo dan kota Solo bagian timur sepanjang Minggu (19/6) bukan disebabkan Waduk Gajah Mungkur (WGM). Banjir terjadi karena luapan sejumlah anak sungai Bengawan Solo
seusai hujan deras selama enam jam sejak Sabtu 18/6).

Sejauh ini, kondisi WGM masih aman dan empat pintu masih belum dibuka, karena tinggi muka air (TMA) masih di bawah 136 meter di atas permukaan laut (dpl).

"Hujan selama enam jam yang terjadi sejak Sabtu sore itu memang merata di kawasan Solo Raya, dan banjir di wilayah hilir itu bukan karena hulu
WGM, tetapi sumbangan dari sejumlah anak sungai Bengawan Solo yang masuk ke sungai induk hingga meluap dan membuat banjir wilayah hilir seperti kabupaten Sukoharjo dan kota Solo bagian timur," terang Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) IV Perum Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Eranwo Rahmadi, Minggu (19/6).

Menurut Erwando, hujan deras yang terjadi selama enam jam, hanya memberikan sumbangan TMA WGM pada level 135,8 meter dpl, atau masih
di bawah batasan TMA 136 meter dpl. Dengan kondisi itu, maka air yang dikeluarkan adalah dari limpasan turbin PLTA sebanyak 30 meter kubik/detik.

Ia berharap, hujan wilayah hulu WGM di Pegunungan Seribu diharapkan masih aman dan tidak membuat TMA WGM terganggu, hingga membuat pintu waduk harus terpaksa dibuka untuk mengamankan badan waduk dari kemungkinan jebol.

"Kalau hari ini sampai terjadi hujan derah di wilayah atas dan membuat badan waduk terganggu, tentu banjir di wilayah
hilir akan menjadi bertambah parah,saat pintu waduk dibuka. Mudah-mudahan tidak terjadi hujan di wilayah atas WGM," tukas Erwando.

Yang jelas, luapan Bengawan Solo usai hujan deras selama enam jam di kawasan Solo Raya telah mengakibatkan kawasan Solo Timur yang meliputi kelurahan Joyontakan, Semanggi, Sangkrah, Gandekan dan Pucang Sawit mengalami banjir rata-rata satu meter. Bahkan rumah pribadi Wali Kota Fx Hadi Rudyatmo di kampung Pucang Sawit RT 1 RW 9, kecamatan Jebres kemasukan air luapan Bengawan Solo sejak Sabtu tengah malam.

Dengan senyum khasnya, pria berkumis itu mengaku tidak ada hilang sebagai akibat banjir bandang yang memasuki rumahnya sejak Sabtu malam itu. Semua barang dan dokumen penting sudah sempat diselamatkan.

"Sementara ini seluruh barang dan dokumen yang ada aman. Yang penting tidak ada korban jiwa, dan seluruh penanganan pasca banjir dilakukan
secara serentak, termasuk pemberian bantuan obat dan makanan yang diperlukan," ucap Rudy. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya