Korban Banjir di Solo Masih Mengungsi

Ferdinand
19/6/2016 14:49
Korban Banjir di Solo Masih Mengungsi
(Antara/Maulana Surya)

BANJIR akibat luapan sungai Bengawan Solo yang merendam sejumlah kawasan pemukiman di Kota Surakarta, Jawa Tengah hingga Minggu (19/6) siang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Ratusan warga yang menjadi korban untuk sementara waktu terpaksa harus hidup di pengungsian. Mereka menempati tenda-tenda darurat di badan tanggul, mesjid, dan balai-balai kelurahan.

Ahmad, warga RT.01 RW.IV Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon menuturkan, air mulai memasuki permukiman mereka sekitar pukul 01.00 IB. Beruntung warga sudah mengantisipasi hal itu sebelumnya, sehingga tidak ada korban jiwa.

"Sejak sore sampai malam tadi itu hujannya deras sekali dan merata. Jadinya ya kami sudah waspada. Begitu ada tanda-tanda air mulai masuk kami langsung naik ke tanggul," katanya.

Ahmad dan keluarganya memilih mendirikan tenda di tanggul yang berada tidak jauh dari rumah mereka. Hal yang sama juga dilakukan oleh puluhan tetangganya.

Banjir yang menggenangi wilayah Kelurahan Semanggi ini termasuk yang paling parah. Ketinggian air di tempat itu berkisar antara 1-3 meter. Bahkan, ada beberapa rumah yang terendam nyaris hingga atap.

Selain Semanggi, wilayah lain yang juga terdampak luapan Sungai Bengawan Solo cukup parah adalah Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Meski ketinggian air tidak separah yang dialami warga di Kelurahan Semanggi. Banjir di kelurahan tersebut disebabkan meluapnya Kali Pepe yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo.

Tim SAR, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), dan relawan telah diterjunkan ke lokasi pengungsian warga itu. Sejumlah dapur umum dan posko kesehatan sudah didirikan oleh PMI. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya