Banjir di Padang Rendam Ratusan Rumah dan Satu Meninggal Dunia

Yose Hendra
17/6/2016 19:21
Banjir di Padang Rendam Ratusan Rumah dan Satu Meninggal Dunia
(ANTARA)

HUJAN ekstrem yang menerpa Kota Padang, Sumatra Barat, sejak Kamis (16/6) sore, merendam ribuan rumah. Salah seorang warga juga dinyatakan meninggal saat proses evakuasi.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Sumatra Barat Zulfiatno, Jumat (17/6), mengatakan ribuan warga sempat di evakuasi semalam akibat banjir. "Pendataan dan evakuasi masih dilakukan BPBD dan aparat gabungan. Informasi yang kita dapatkan, seorang warga Komplek Arai Pinang Jl Mustika XII Kota Padang meninggal karena terpeleset saat mengungsi," jelasnya.

Ia menambahkan, banjir dengan ketinggian antara 50-140 sentimeter terjadi di 7 kecamatan yang meliputi 14 kelurahan.

Adapun kelurahan yang terendam ialah Lubuk Buaya, Tunggul Hitam, Pangambiran, Ampalu (Arai Pinang), Banda Gadang, Maransi, Parang Jambu, Jondul, Seberang Padang, Pampang, Seberang Palinggam, Lolong, Bungus, dan Marapalan. Banjir juga merendam daerah Kasai arah ke Padang Pariaman.

Untuk penanganan banjir, bilang Zulfiatno, tim gabungan dengan peralatan perahu karet dikerahkan ke titik-titik banjir. Hingga Jumat ini, sebanyak 16 perahu karet telah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang terjebak banjir. Tim reaksi cepat dari BNPB, BPBD, PT Semen Padang, aparat TNI, dan polisi juga telah diterjunkan.

Pantauan Media Indonesia semalam, banjir terjadi hampir di seantero Kota Padang. Banjir menggenangi ruas jalan utama hingga jalan-jalan ke perumahan dengan ketinggian 50 cm hingga 140 cm.

Akibatnya, seusai buka puasa hingga Jumat dini hari pukul 1.00 WIB, banyak di antara warga terjebak. Kalau pun berani melakukan perjalanan dengan kendaraan, terjadi mogok. Banjir disebabkan hujan yang sangat deras dan rapat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis 60 persen wilayah provinsi Sumbar diguyur hujan dari kemarin hingga hari ini.

"Curah hujan 167 mm sudah terjadi sejak Kamis sore. Kategori ekstrem," ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariaman Budi Samiaji.

Hujan deras juga disertai angin kencang dengan kecepatan 8 hingga 12 knot atau setara 20 sampai 27 kilometer per jam. Hujan yang begitu ekstrem juga sempat menganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Selain diterjang angin kencang, beberapa titik di bandara tersebut digenangi air.

Alhasil, sebanyak lima maskapai yang hendak mendarat di BIM sempat tertunda. Pendaratan dengan waktu yang ditentukan dialihkan ke Pekanbaru dan Medan. Namun, saat ini aktivitas penerbangan sudah kembali normal.

Selain banjir, hujan ekstrem juga menyebabkan longsor pada ruas jalan Padang-Painan di Kilometer 26, tepatnya di antara Sungai Barameh dan Kelok Jaring.

Dikatakan Zulfiatno, akses jalan terputus karena tertutup longsor. Ia menambahkan, alat berat sudah dikerahkan untuk mengatasi longsor. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah titik banjir belum surut karena hujan masih mengguyur. Sejumlah warga dilaporkan masih terjebak genangan banjir.

Hingga Jumat siang, sebanyak 250 Kepala Keluarga (KK) di Jondul Rawang, Padang Selatan, terpaksa mengungsi akibat banjir masih melanda kawasan tersebut.

"Blok S Nomor 10 di Jondul Rawang, Mata Air belum tersentuh tim evakuasi. Mereka butuh tim evakuasi secepatnya karena masih terjebak di rumah dalam kondisi terkepung banjir," terangĀ aktivis kebencanaan, Patra.

Lurah Rawang Maspeq mengatakan hingga saat ini warganya masih mengevakuasi sendiri ke rumah sanak famili karena belum ada bantuan dari Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kondisi cuaca yang buruk serta aliran Batang Arau, Muaro Padang, yang meluap, membuat Kapal Mentawai Fast 1 dari Mentawai tidak bisa merapat. Sehingga, kapal tersebut terpaksa merapat di Teluk Bayur, sekitar pukul 21.30 WIB.

"Angin kencang, gelombang besar yang membuat kapal ini terpaksa merapat di Teluk Bayur. Bahkan, akibat gelombang besar ini, membuat kaca ruang kapten kapal tersebut pecah," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Pagar Negara. (YH/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya