Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN mahasisa dan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Jumat (17/6), menggelar aksi damai menolak keberadaan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di kampus ISI. Mereka menganggap keberadaan HTI bertentangan dengan visi misi ISI Yogyakarga dan tidak menghargai kearifan lokal serta tradisi.
Tomy W Taslim, koordinator aksi itu menyatakan, para alumni ISI resah ketika mengetahui adanya gerakan yang berafiliasi dengan HTI. "Maka kami berkumpul dan jadilah gerakan ini," kata Tommy, alumnus ISI angkatan 97.
Menurutnya, visi misi ISI dibangun atas dasar Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga ketika ada gerakan yang menolak Pancasila dan tidak menghargai perbedaan di kampus ISI, gerakan itu harus dilawan bersama.
"Kami harus bergandengan tangan seperti dulu lagi, mengampanyekan kebinekaan dan menolak yang tidak menghargai perbedaan," katanya.
Tidak hanya HTI, Tommy melanjutkan, semua ormas dan parpol yang menjadikan ISI tidak kondusif dan terhambat kreativitasnya, semua gerakan itu akan ditolak.
Bukan hanya alumni, ratusan mahasiswa ISI dari berbagai fakultas sejak pukul 13.00 WIB sehabis salat Jumat sudah mulai berkumpul di depan Rektorat. Di situ sudah ada panggung sederhana yang disiapkan, beberapa mahasiswa silih berganti malakukan orasi menolak keberadaan HTI di lingkungan kampus.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISI Yogyakarta, Coki Arok Subagyo, menyebut, keberadaan HTI di lingkungan ISI jelas-jelas menggandung iklim kegiatan akademik dan menciptakan suasana yang tidak kondusif, tidak menghargai kearifan lokal, dan anti-Pancasila.
Padahal, kata Coki, ISI merupakan dakwah candradimuka bagi pembina insan seni Pancasila yang menjunjung tinggi tradisi Nusantara. "Namun ISI Yogyakarta sekarang digaggu oleh sekelompok orang yang berafiliasi HTI, gerakan transnasional yang mengusung khilafah dan anti-Pancasila," katanya.
Dari situlah, ratusan mahasiswa dan alumni ISI berkumpul di depan Rektorat menolak keberadaan HTI. "Kami mengajak semua pemangku kebijakan di lingkungan ISI Yogyakarta untuk melawan segala Individu atau kelompok yang anti-Pancasila dan antikebebasan berekspresi di ISI yogyakarta," seru Coki.
Rektor ISI Yoygakarta Agus Burhan ikut hadir dalam aksi damai itu. Dia sekaligus membacakan deklarasi pelarangan segala macam bentuk penyebaran atau kampanye ormas di kampus, yang berisi tiga poin.
"Pertama, melarang keberadaan ormas dan parpol apa pun di kampus ISI Yogyakarta," katanya.
Kedua, melarang adanya kegiatan ormas dan parpol maupun penyebaran ideologinya yang bertentangan dengan visi dan misi ISI Yogyakarta. Adapun ketiga, lanjut Agus, ISI Yogyakarta menjadi pelopor perguruan tinggi seni nasional yang unggul, kreatif, inovatif, dan berdasarkan Pancasila.
"Deklarasi ini akan segera di-SK kan," katanya. Selain mengeluarkan surat keputusan (SK) pelarangan ormas, pihak Rektorat juga akan segera melakukan perbaikan struktur kepengurusan masjid kampus ISI, Almuhtar. Tujuannya agar masjid bisa menjadi fasilitas ibadah untuk seluruh civitas akademika secara netral dan tidak dikuasai oleh sekelompok organsiasi, seperti HTI yang sudah terjadi di ISI.
Agus mengakui, gerakan HTI di ISI telah berdampak bagi dunia akademis, misalnya ada beberapa mata kuliah yang sudah tidak mau menggambar, atau melarang mahasiswanya menggambar, padahal kurikulum ISI itu kreatif-inovatif.
"Itu harus diluruskan, karena kalau kita tidak berada di jalur yang benar dalam kurikulum itu, maka sebagai perguruan tinggi seni kita tidak bisa mengembangkan diri," terangnya.
Namun, tidak hanya HTI yang dilarang di ISI, semua ormas dan parpol tidak boleh ada di kampus, apalagi melakukan kegiatan dan penyebaran ideologinya di kampus. Sedangkan dosen yang terbukti terlibat dan melanggar SK Rektor, akan ditindak. "Akan ada tindakan, berupa sanksi," katanya. (FU/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved