Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Seksi I dan II ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang, sekaligus terintegrasi dengan ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padaleunyi, dan Cipali, di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/6).
Presiden mengatakan, infrastruktur merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen membangun infrastruktur darat dan laut, mulai dari Tol TransJawa dan tol laut.
Jokowi berharap, pengoperasian ruas tol sepanjang 20,25 kilometer itu bisa mempercepat arus barang di Pulau Jawa, terutama pada masa mudik. Sebelum ruas Pejagan-Pemalang beroperasi, waktu tempuh dari Brebes menuju Jakarta bisa mencapai 7 jam.
"Sekarang jadi 3,5 sampai 4 jam. Berarti lebih cepat, artinya barang-barang yang dibawa tidak cepat busuk atau rusak. Barang-barang itu sampai (di Jakarta) akan baik harganya," ujar Presiden di Gerbang Tol Brebes Timur, Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes.
Dalam peninjauan itu, turut mendampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko.
Jalan Tol Pejagan-Pemalang terbagi atas empat seksi. Seksi I sepanjang 14,2 km menghubungkan Pejagan-Brebes Barat, seksi II sepanjang 6 km menghubungkan Brebes Barat-Brebes Timur, seksi III sepanjang 10,4 km menghubungkan Brebes Timur-Tegal Timur, dan seksi IV sepanjang 26,9 km menghubungkan Tegal Timur-Pemalang.
Proyek ini sempat mangkrak selama 20 tahun karena alasan klasik, yakni persoalan pembebasan lahan. Pada 1996, kata Kepala Negara, proyek ini sudah ditetapkan investornya. "Tidak tahu masalahnya apa, di lapangan banyak masalah, terutama pembebasan lahan," terang Jokowi.
Jalan Tol Pejagan-Pemalang merupakan bagian dari Jalan Tol TransJawa yang akan menghubungkan Merak, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, dan diharapkan dapat menjadi solusi mengurangi kepadatan kendaraan di jalur pantai utara Jawa.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga meresmikan pembangunan ruas Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. "Semuanya diharapkan selesai akhir 2018," kata Presiden.
Setelah pembangunan ruas jalan di Pulau Jawa terhubungkan, lanjut Presiden, pembangunan jalan tol dilanjutkan dari Sumatra sebelah timur hingga Aceh.
"Kita harapkan dengan percepatan pembebasan lahan dan percepatan konstruksi di lapangan, nantinya dari barat sampai ke timur, Merak sampai Banyuwangi, kita harapkan selesai pada akhir 2018. Setelah itu baru kita fokus pada pembangunan tol dari Lampung menuju Aceh," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Presiden pun meminta setiap pembangunan proyek seperti ini harus diperiksa dan diawasi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan.
"Jangan sampai setelah peletakan batu pertama berhenti atau mangkrak. Semua menteri harus ngecek untuk mengetahui perkembangan. Masalahnya apa, alternatif solusinya apa. Bisa kita selesaikan semuanya bagi manfaat semua rakyat," pungkas Presiden.
Adapun Wakil Gubernur Heru mengatakan, awalnya masyarakat pesimistis proyek tol tersebut bisa terealisasi. Pasalnya, pada 2008, rencana pembangunan kembali mengemuka, tetapi akhirnya kembali menguap. "Makanya waktu ada pengukuran jalan, masyarakat bertanya ini benar dibangun atau tidak. Ternyata, hari ini bisa diselesaikan," ujarnya. (Pol/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved