Cuaca Buruk Landa Perairan NTT

Palce Amalo
16/6/2016 17:37
Cuaca Buruk Landa Perairan NTT
(ANTARA)

RATUSAN nelayan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak melaut menyusul cuaca buruk gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan. Cuaca buruk melanda perairan NTT sejak 11 Juni lalu dan masih berlangsung sampai Rabu (16/6).

Sesuai laporan BMKG Stasiun El Tari Kupang tinggi gelombang di perarian mencapai tiga meter dan kecepatan antara 8-23 knot per jam. Perairan yang perlu diwaspadiai ialah Laut Sawu, Selat Sumba, perairan selatan Pulau Sumba, perairan selatan Kupang hingga Rote, dan Laut Timor selatan NTT.

"Banyak nelayan tidak melaut. Nelayan yang memiliki kapal besar nekat melaut tetapi hasil tangkapan sangat berkurang," kata Jems Adoe, nelayan di Pelabuhan Perikanan Tenau Kupang, Kamis (16/6).

Nelayan yang tidak melaut tersebut menambatkan perahu di sisi kanan dermaga perikanan yang aman terhadap terjangan gelombang tinggi. Menurut Jems, nelayan yang melaut yang memiliki perahu bertonase 35 GT. Itu pun jumlahnya tidak mencapai 10 perahu.

Salah satunya perahu yang diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kepada nelayan setempat 12 Juni lalu. Dia mengatakan sebagian besar nelayan di Tenau memiliki perahu bertonase 10 GT sehingga tidak bertahan jika terjadi gelombang tinggi di laut.

Nelayan yang tidak melaut tersebut kini menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. "Kami baru akan melaut setelah cuaca kembali normal,"
katanya.

Nelayan yang tidak melauat juga terlihat di perkampungan Nelayan Oeba di Kelurahan Fatubesi, Nelayan Namosain di Kelurahan Namosain dan Nelayan di Kelurahan Kelapa Lima. Para nelayan tersebut menambatkan perahu di sisi dermaga yang aman terhadap gelombang. Bahkan nelayan Namosain menyelamatkan perahu mereka hingga pantai. Kendati terjadi gelombang tinggi, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang masih berlangsung normal. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya