Pasar di Pantura Tutup H-3

Nurul Hidayah
16/6/2016 01:40
Pasar di Pantura Tutup H-3
(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

SEMUA pasar yang ada di jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akan ditutup mulai H-3 lebaran. "Keberadaan pasar di sepanjang jalur pantura memang bisa menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang," kata Kapolres Cirebon AKB Sugeng Haryanto di Cirebon, rabu (15/6). Sebab, lanjut dia, pedagang pasar kerap meluber hingga berjualan di bahu jalan, terutama di hari pasaran. Kondisi itu diperparah lalu lalang warga yang menyeberang jalan, kendaraan umum yang parkir sembarangan, termasuk becak yang juga parkir di bahu jalan. Sugeng memastikan pedagang sudah menandatangani kesepakatan untuk tidak berjualan sejak H-3.

"Karenanya akan kami pantau terus." Kapolres Cirebon Kota AKB Indra Jaya memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran. "Puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+4 nanti," kata Indra. Karena itu, mereka pun akan menempatkan sekitar 900 personel, termasuk personel tambahan dari instansi terkait untuk pengamanan arus mudik dan balik. Sejumlah pasar tumpah di Banyumas, Jawa Tengah, juga dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan, di antaranya di Ajibarang, Wangon, Jatilawang, Karanglewas, Kemranjen, sampai Sumpiuh. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas Santosa Edi Prabowo mengatakan ada sejumlah pasar tumpah di jalur mudik yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Di jalur tengah atau penghubung antara pantura ke jalur selatan tepatnya di Pasar Ajibarang, kemacetan biasanya karena angkutan desa (angkudes) dan mikrobus yang mangkal," kata Edi. Selain itu, Pasar Sokaraja merupakan salah satu titik kemacetan karena pusat oleh-oleh. Lokasi lain yang potensial macet ialah Pasar Patikraja. "Kondisi yang sama juga ada di Pasar Karanglewas. Di titik setempat tidak hanya para pedagang dan warga yang lalu lalang, tetapi juga tempat mangkal kereta kuda," ujarnya.

Ribuan personel
Polda Jawa Tengah dan jajaran akan menurunkan 2/3 kekuatan atau 13.497 personel untuk mengamankan arus mudik Lebaran. "Kami akan pasang strategi khusus untuk daerah rawan macet, yakni membuat pagar betis dengan menempatkan anggota setiap 100 meter selama 24 jam," kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Liliek Darmanto di Semarang, Jateng. Dia memaparkan pasukan yang diturunkan itu berasal dari Polda Jateng (3.103 personel) dan polres (9.313 personel).
Selain itu, ada bantuan dari pemerintah daerah (1.051 orang) dan TNI (1.639 personel).

Liliek menjelaskan titik rawan macet diperkirakan masih berada di jalur pantura barat Jawa Tengah yakni Brebes-Semarang, baik itu akibat penumpukan kendaraan di pintu luar tol di Brebes setelah dibukanya jalur tol tersebut maupun pasar tumpah di sepanjang pantura. Polres Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, akan mengerahkan 670 personel untuk pengamanan ruas jalan lintas selatan Jabar yang melintasi Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga menuju Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Seperti diakui Kapolres Kota Tasikmalaya AKB Arif Fajarudin, mayoritas pemudik lebih memilih menggunakan jalur utara karena sudah ada jalan tol dan kondisi jalan yang lurus. (AS/FL/AD/HT/LD/JI/HM/CS/HS/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya