Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI D DPRD Jawa Tengah menyarankan jalan tol Bawen-Salatiga sejauh 17,57 km yang masih dalam pengerjaan tidak dipergunakan sebagai jalur alternatif mudik lebaran 2016. Penyebabnya, dari progres pembangunan fisik masih banyak yang belum di beton dan berupa tanah liat serta belum ada penerangan.
"Meski itu proyek transnasional yang menggunakan dana APBN, namun karena berada di Jateng, kami harus menjalankan fungsi pengawasan. Ini
demi keselamatan para pemudik, sebab nanti ada sekitar 6 juta kendaraan bermotor yang akan memasuki Jawa Tengah. Ketika ternyata ada ruas tol yang belum siap tetapi dipaksakan, tentu perlu diingatkan," terang anggota Komisi D, Muhammad Rodhi di Solo, Rabu (15/6).
Politisi PKS itu mengatakan, selama melakukan pemantauan progres infrastruktur jalan yang dipersiapkan untuk kelancaran arus mudik lebaran, Komisi D DPRD Jawa Tengah telah memberikan berbagai catatan kepada pihak PU Bina Marga Jateng dan juga Satker Proyek Tol Semarang-Boyolali dan juga tol Solo-Kertosono (Soker).
Bahkan terkait rencana pembukaan ruas tol Soker dari pintu masuk Klodran, Colomadu, Karanganyar hingga pintu keluar Pungkruk, Sidoharjo, Kabupaten Sragen sejauh 25 km, Komisi D Jateng juga meminta pihak PT Solo Ngawi Jaya selaku pelaksana tol Soker benar-benar berkoordinasi matang dengan pihak Dishubkominfo di tiga kabupaten/kota dan juga Polres setempat.
"Koordinasi ini sangat diperlukan,karena dari pengamatan Komisi D Jawa Tengah, ruas jalan itu belum sempurna, dan bahkan ketika mulai pintu masuk Klodran kondisi tanah tol masih berupa tanah yang dikeraskan dan belum dibeton, di samping belum ada lampu penerangan. Lebih dari itu, jalan menuju pintu masuk Klodran, sangat sempit sehingga dikhawatirkan akan memunculkan penumpukan kendaraan bermotor yang luar biasa," tegas Rodhi.
Sementara itu terkait perbaikan infrastruktur jalan provinsi yang menelan anggaran Rp2 triliun, dilihat Komisi D sudah berusaha dikebut. Namun demikian, PU Bina Marga sudah ditekankan agar tetap memperhatikan kualitas dan bukan sekadar kejar tayang.
"Bisa rampung tapi cepat rusak untuk apa, jadi ya harus sesuai bestek. Jika memang tidak bisa diselesaikan untuk kepentingan arus mudik lebaran, ya tetap harus dihentikan dulu pada H-10, dan dilanjutkan lagi pasca lebaran," imbuhnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved