Kebakaran Lahan di Pelalawan sudah Teratasi

Antara
14/6/2016 01:23
Kebakaran Lahan di Pelalawan sudah Teratasi
(ANTARA FOTO/HO/Mike)

KEBAKARAN lahan dan hutan (karlahut) di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, telah teratasi melalui pemadaman api dari darat dan udara oleh tim gabungan TNI-Polri, Manggala Gani, dan APP Sinar Mas Forestry.

"Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Pelalawan sesungguhnya berada 7 kilometer di luar konsensi APP-SM Forestry. Namun, kami tidak bisa tinggal diam melihat kejadian tersebut," kata General Manager Fire Management APP Sinar Mas Forestry, Sujica, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/6).

Ia menjelaskan, tim yang diturunkan dari APP-SM Forestry mencapai 12 orang dengan perlengkapan mesin pemadam 2 set. Selain itu, dioperasikan pula helikopter Super Puma dan heli B3 untuk melakukan water boombing. "Upaya itu membuahkan hasil, meski belum padam api sudah bisa dikendalikan," ujar Sujica.

Dia menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat desa dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Namun, dibutuhkan waktu untuk mengubah budaya masyarakat.

"Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), kami bangun terus kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap bahaya kebakaran hutan. Namun, semua upaya itu butuh waktu," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, mengatakan, hingga Minggu (12/6) siang, Satgas Gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih berjibaku memadamkan api di lokasi baik dari udara maupun daratan. Tim darat harus berjalan kaki sejauh 700 meter hingga 1 kilometer setelah naik speedboat dari desa terdekat Kuala Panduk, kemudian menyusuri pinggiran sungai Kampar untuk menuju lokasi kebakaran sejauh 6 kilometer.

Sementara itu, Kadis Ops Lanud Roesmin Nurjadin Kol (Pnb) M Yani Amirullah menjelaskan, Satgas Udara berhasil memadamkan sekitar 15 hektare lahan yang terbakar. Selain itu, tim Satgas Udara juga melakukan pendinginan di lokasi yang sama. "Pendinginan ini kita lakukan untuk mengantisipasi agar api tidak muncul lagi," kata Yani.

Setelah tim Satgas Udara melakukan water boombing, selanjutnya tim darat melakukan hal yang sama. Tim darat terdiri atas TNI/Polri, BPBD, dan masyarakat peduli api bergotong royong memuntaskan pemadaman lewat darat. "Tim kita saling bersinergi dalam menanggulangani bencana kebakaran ini. Kita kerja keras, jangan sampai kebakaran ini semakin meluas," kata Yani. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya