Perahu Rusak Milik Nelayan akan Diganti

15/6/2016 03:50
Perahu Rusak Milik Nelayan akan Diganti
(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

DINAS Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta akan memberikan ganti rugi untuk perahu dan alat produksi perikanan lain yang rusak diterjang ombak besar di pantai selatan DI Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kepala Bidang Perikanan DKP DIY, Suwarman Partosuwiryo, mengungkapkan kerugian akibat gelombang pasang pada 29-31 Mei 2016 di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo mencapai Rp515 juta. Menurutnya, kerugian yang akan diganti hanya yang berkaitan dengan kegiatan produksi perikanan tangkap, seperti kerusakan perahu motor, pelabuhan, dan alat tangkap ikan. Hingga kini, nelayan di Bantul, Gunungkidul, juga Kulonprogo sebagian besar belum berani melaut.

“Kalau kerusakan lain, meski sama-sama disebabkan gelombang pasang, seperti warung atau kedai yang rusak, tentu bukan urusan kami,” imbuhnya di Yogyakarta, kemarin. Malerius Nopu, 22, nelayan Desa Manobelan, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT, juga menjadi korban gelombang tinggi. Perahu yang ditumpangi Malerius bersama rekannya, Yulen Nola, 21, diterjang gelombang tinggi di perairan Manobelen. Di sisi lain, hingga Selasa (14/6), banjir air laut pasang atau rob di pantai utara Jawa Tengah kian meninggi dan mengancam
kelancaran arus mudik Lebaran nanti.

“Prediksi BMKG, banjir rob masih akan berlangsung hingga akhir Juni. Telah kita siapkan jalur alternatif bagi pemudik,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Priadi. Pemantauan Media Indonesia, jalur pantura Semarang-Demak masih terendam banjir rob, tepatnya sepanjang 1 kilometer mulai Pasar Genuk hingga Simpang Terboyo, Kota Semarang. Rob terus meningkat hingga 75 cm dan menyebabkan kemacetan panjang sampai 3 km. Selain itu, luberan beberapa sungai terus membanjiri jalan perkampungan dan jalur pantura.

Solusi jangka pendek yang ditempuh Pemkot Semarang ialah dengan meninggikan tanggul Sungai Tenggang menggunakan 5.000 karung plastik berisi tanah dan pasir. Langkah darurat juga dilakukan Bupati Brebes, Idza Priyanti, dengan memasang tanggul untuk mengatasi dampak meluasnya rob. “Kami akan siapkan 20 ribu karung,” katanya, Senin (13/6) malam. (AS/JI/AU/PO/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya