Jenazah Masamah Tiba di Rumah Duka, Keluarga Berharap Keadilan

Cikwan Suwandi
14/6/2016 19:59
Jenazah Masamah Tiba di Rumah Duka, Keluarga Berharap Keadilan
(Ilustrasi---ANTARA)

KISAH pilu pejuang devisa negara di luar negeri seakan tidak pernah berhenti.

Setelah enam tahun tidak pernah pulang ke Tanah Air, Masamah, 38, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali pulang ke kampungnya dalam keadaan tidak bernyawa setelah sebelumnya dikabarkan dianiaya oleh majikannya di Arab Saudi.

TKW malang tersebut diketahui meninggal dunia oleh keluarga dua bulan silam, tepatnya pada April 2016. Jenazah tersebut baru dikembalikan ke Indonesia pada Senin (13/6) malam tepatnya pukul 23.00 WIB tiba di rumah duka.

Suami korban Asep Dudung, 43, mengaku sangat merasa kehilangan atas meninggalnya istri yang dicintainnya. Dia menyebutkan sudah tidak mendapatkan kabar dari Masamah selama 7 bulan.

Ia mengatakan, terakhir kali istrinya memang mengingankan pulang ke Indonesia karena sering mendapatkan penganiayaan dari anak majikannya.

"Dia mengaku sering disiram menggunakan air panas," ucap Asep kepada wartawan di kediamannya Selasa (14/6).

Ia mengaku semenjak Tahun 2015 hanya 4 kali dapat berkomunikasi dengan istrinya tersebut.

"Padahal, sejak 2010 sampai 2013 kami lancar berkomunikasi, tapi ke sini sampai 2015 terhitung cuma 4 kali," kata dia.

Sambil tidak kuasa menahan tangis, Asep menyebutkan bahwa akhirnya ia mendapatkan kabar, bahwa sang istri tercinta ternyata telah meninggalkan dirinya serta dua orang anak mereka, yaitu Enda Gunawan, 19, Rika Nurlita, 11, selamanya.

"Saya ingin proses hukum diselesaikan, karena keadilan harus ditegakkan," ujarnya.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachdiana, saat ditemui di lokasi menyatakan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya. Ia sangat berharap kasus ini bisa diselesaikan secara tuntas secara hukum.

"Saya juga mengimbau kepada warga Karawang untuk tidak menjadikan TKW sebagai pilihan ekonomi utama. Karena menurutnya di daerah sendiri dapat melakukan perbaikan ekonomi," pungkasnya. (CS/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya