Cuaca Buruk, Harga Hasil Tangkapan Laut di Cilacap Melonjak

Liliek Dharmawan
14/6/2016 15:33
Cuaca Buruk, Harga Hasil Tangkapan Laut di Cilacap Melonjak
(ANTARA)

CUACA buruk yang terjadi di perairan Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) berdampak pada naiknya harga hasil tangkapan. Sebab, tangkapan nelayan masih belum maksimal sejak terjadinya rob pekan lalu.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Sarjono mengungkapkan pada saat terjadi rob di Cilacap, ribuan nelayan praktis tidak melaut. Sehingga selama beberapa hari terjadi kekosongan pasokan ikan segar.

"Saat ini, nelayan mulai melaut. Namun demikian, hasilnya juga belum maksimal, karena gelombang masih cukup tinggi dan angin bertiup agak kencang," kata Sarjono, Selasa (14/6).

Sejumlah hasil tangkapan yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah udang jerbung yang biasanya hanya Rp60 ribu kini menjadi Rp80
ribu hingga Rp90 ribu per kg. Sedangkan ikan jenis lendra dari sebelumnya Rp15 ribu, kini naik menjadi Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kg.

Sementara ikan segar lainnya mengalami lonjakan kisaran Rp10 ribu per kg. "Naiknya hasil tangkapan di Cilacap karena nelayan masih sulitmendapatkan ikan dan udang sejak terjadinya rob pada pekan lalu," ujarnya.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Feriharti Nugrohowati mengatakan bahwa pihaknya kembali mengirimkan surat peringatan dini gelombang tinggi. "Gelombang di Samudra Hindia sebelah selatan Jateng berkisar antara 2,5 meter hingga 4 meter. Kami meminta kepada pengguna jasa kelautan khususnya nelayan yang menggunakan perahu kecil untuk waspada jika melaut. Karena gelombang masih tinggi," kata Feriharti. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya