PESAWAT yang membawa 16 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatra Utara, Selasa (30/6), mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin sore. Kedatangan jenazah yang dibawa menggunakan pesawat CN 2905 dan Boeing 7304 itu disambut Presiden Joko Widodo.
Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan duka mendalam atas insiden kecelakan tersebut. "Di bulan Ramadan ini, mari doakan kepada para korban agar amal ibadah mereka diterima di sisi Allah SWT," kata Jokowi.
Kadispen TNI-AU Marsma Dwi Badarmanto menjelaskan total jumlah korban Hercules nahas itu sebanyak 122 orang, terdiri dari 12 kru dan 110 anggota TNI dan keluarga mereka yang menumpang pesawat itu.
"Kemarin diberitakan 142 kantong jenazah, benar ada 142 kantong, tapi yang 91 ialah jenazah yang utuh, yang 50 potongan dari korban," jelasnya.
Dwi juga mengaku pihaknya mendapat laporan ada tujuh orang di luar pesawat yang diduga menjadi korban saat pesawat jatuh. "Kita sedang mencari jenazah yang di ground atau tanah. Kami sudah mencari data tujuh orang yang di darat atau hilang, itu korban yang ada di ground atau tanah di luar pesawat," tukasnya.
Dari Medan, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf mengatakan hingga pukul 15.20 WIB kemarin, sudah ada 44 jenazah yang keluar dari RSU H Adam Malik untuk diserahkan ke pihak keluarga.
Penyerahan jenazah melalui upacara militer di Bandara Suwondo, Medan. Rencananya, seluruh jenazah akan diterbangkan ke Halim Perdanausuma, Jakarta, sebelum dibawa ke kampung halaman masing-masing. Sementara itu, di RSU Adam Malik, tim DVI Polda Sumut masih terus melakukan berbagai persiapan proses pemulangan jenazah. Ratusan peti mati sudah disiapkan di intalasi jenazah.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel TNI dan Polri terus berupaya mencari korban tewas yang diduga masih tertimbun di reruntuhan bangunan dan puing-puing pesawat. Tim mengerahkan dua alat berat untuk menggali reruntuhan gedung dan bangkai pesawat.
Salah satu korban Hercules ialah Serma Bambang Hermanto, kru bagian radio. Almarhum dikenal sebagai sosok yang rajin dan tidak pernah bolos saat masih pendidikan. Kini keluarga sudah menyiapkan makamnya di Dusun Kukur, Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. "Keluarga sudah menyiapkan makamnya. Begitu jenazah tiba di rumah langsung disalatkan lalu dimakamkan," kata Sudarno, paman Bambang, kemarin.
Suasana duka juga menyelimuti keluarga almarhum Sertu Aang Subarya, korban asal Cianjur, Jabar. Puluhan karangan bunga memenuhi halaman rumah almarhum. "Kami sangat berduka, tapi juga pasrah karena adik kami meninggal saat menjalankan tugas untuk negara," ucap Asep, 40, kakak ipar korban. (DG/ST/YN/P-3)