Satu Kapal Perang Layani Pemudik

Faishol Taselan
02/7/2015 00:00
Satu Kapal Perang Layani Pemudik
(MI/M Soleh)
Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengerahkan satu kapal perang KRI Surabaya 591 untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2015.

Kapal di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim akan melayani pemudik mulai 11 Juli 2015. Rute yang ditempuh ialah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Persiapan sudah dilakukan untuk melayani pemudik sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Mabes TNI-AL," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Armatim Letkol Kaut (KH) Maman Sulaeman di Surabaya, kemarin.

Menurutnya, KRI yang dikomandani Letkol Laut (P) Wawan Trisatya Atmaja itu akan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok tujuan Pelabuhan Tanjung Perak pada 11 Juli 2015.

Kemudian pada 21 Juli 2015 akan mengangkut gelombang arus balik pemudik bersepeda motor dari Pelabuhan Tanjung Perak tujuan Pelabuhan Tanjung Priok.

KRI Surabaya 591 dalam sekali pelayaran mampu mengangkut 1.000 sepeda motor, 1.500 penumpang. Lama pelayaran dari Jakarta ke Surabaya kurang lebih 30 jam dan Jakarta ke Semarang ditempuh kurang lebih 15 jam.

Pada hari biasa kapal yang berteknologi desain semisiluman itu, selain sebagai kapal tempur, berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.

Dari Kupang, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyiapkan lima kapal untuk mengangkut pemudik Lebaran yang berangkat dari Pelabuhan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lima kapal itu ialah kapal motor (KM) Umsini, Bukit Siguntang, KM Awu, Sirimau, dan Wilis.

Manajer PT Pelni Cabang Kupang Firman Rachminin mengatakan lima kapal tersebut sanggup mengangkut seluruh pemudik sehingga tidak ada tambahan armada lagi. "Kami memastikan lonjakan penumpang mudik dari Pelabuhan Tenau hanya 2%," kata Firman di Kupang, kemarin.

Untuk mengurai kemacetan di malam hari, bakal ada penaikan tarif penyeberangan pada malam hari di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
"Rencananya kenaikan tarif pada malam hari hanya akan diberlakukan mulai H-4 sampai H-1," ujar Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Wahyudi Susianto, kemarin.

Selama ini tarif untuk kendaraan roda dua Rp24.500 dan untuk mobil pribadi Rp148.000. "Nanti kenaikannya (untuk malam hari) bisa saja mencapai dua kali lipat dari tarif normal," ujar Wahyudi.

Dihentikan
Di bagian lain, pembetonan jalan penghubung antara Purwokerto dan Semarang di ruas jalan Bojong-Bukateja, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), dihentikan sementara. Meski belum rampung secara keseluruhan, jalan tersebut sudah dapat dilewati dengan dua arah berlawanan.

Kapolres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Anom Setyadi mengungkapkan meski belum rampung secara keseluruhan, jalan setempat harus dibuka dua arah berlawanan. Selama pembetonan dilangsungkan, hanya satu lajur jalan yang dipakai sehingga kendaraan harus bergantian.

"Karena menjelang masa mudik Lebaran, jalan setempat dibuka sehingga kendaraan dari arah berlawanan bisa berjalan bersamaan," ujar Anom Setyadi, kemarin.

Di Klaten, upaya melancarkan arus lalu lintas dengan melarang truk pasir melintas di jalan raya Yogyakarta-Surakarta mulai H-7 hingga H+7 atau (10-23 Juli).  Hal itu ditegaskan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Klaten Sumarsono, kemarin.

"Kemudian mulai 13 Juli hingga 19 Juli kendaraan bersumbu lebih dari dua, seperti truk tronton dan kontainer, juga dilarang. Kecuali truk pengangkut sembako dan bahan bakar, masih boleh beroperasi," jelas Sumarsono. (Tim/N-2)

faishol@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya