GELOMBANG tinggi mengepung tujuh kabupaten di wilayah pesisir Bengkulu. Sedikitnya 300 nelayan harus berhenti melaut sejak empat hari lalu.
"Ombak setinggi 2,5-3 meter terjadi sejak Minggu (28/6) dan sangat membahayakan kapal nelayan. Kami terpaksa berhenti melaut dan mencoba mencari pekerjaan lain," aku Dang Mul, 39, nelayan asal Desa Pasar Lama, Kecamat-an Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, kemarin.
Sejumlah nelayan yang beruntung bisa bekerja sebagai tukang bangunan dan pembersih kebun. Sebagian lainnya masih menganggur.
Berkurangnya nelayan yang melaut membuat harga ikan di pasar tradisional melonjak. Beledang, misalnya, dari semula dijual Rp5 ribu per kilogram, naik menjadi Rp15 ribu.
Tujuh kabupaten pesisir yang terdampak oleh ombak tinggi ialah Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, dan Kota Bengkulu.
Di perairan Bangka Belitung, gelombang laut juga mencapai 2,5 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan gelombang tinggi masih akan terjadi hari ini.
"Ketinggian gelombang laut terus meningkat dari hari ke hari. Hari ini sudah mencapai 2,5 meter, dari hari sebelumnya sekitar 0,8-1,5 meter," kata Staf Koordinator Unit Analisis Kantor BMKG Pangkalpinang, Deas Achmad Rivai.
Gelombang tinggi masih berpeluang terjadi di Selat Karimata, perairan Belitung, dan perairan utara Pulau Bangka. "Ketinggian gelombang laut ini dipicu angin dengan kecepatan mencapai 37 kilometer per jam yang bergerak dari tenggara menuju selatan."
Ia mengatakan, dengan kondisi gelombang laut saat ini, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut lainnya diimbau untuk tetap waspada.
Ancaman gelombang tinggi juga terjadi di Sulawesi Utara. BMKG menyatakan gelombang laut setinggi 4 meter berpotensi terjadi di perairan Sangihe dan Talaud.
Ketinggian ombak melebihi 2 meter juga berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi bagian barat dan selatan. "Dengan tinggi gelombang seperti ini, diminta kehati-hatian nelayan saat melaut karena berisiko ikut terseret," kata prakirawan Stasiun BMKG Sam Ratulangi Manado, Nurhadi. (MY/RF/VL/Ant/N-3)