Melonjakanya Harga Daging Sapi di Jatim Diluar Nalar

Bagus Suryo
13/6/2016 19:46
Melonjakanya Harga Daging Sapi di Jatim Diluar Nalar
(MI/LILIEK DHARMAWAN)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur menyatakan stok daging sapi masih mencukupi kebutuhan, bahkan melimpah hingga bisa memenuhi permintaan daerah lain. Namun, harga daging sapi di pasar akhir-akhir ini terus melonjak bahkan cenderung sulit dikendalikan.

"Stok daging sapi lebih (mencukupi kebutuhan). Ironisnya, dengan stok yang cukup itu justru harganya naik.Kondisi seperti ini dialami setiap tahun," tegas Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf di Kota Malang, Senin (13/6).

Ia menjelaskan kondisi stok daging tersebut dengan menghitung populasi sapi. Sejauh ini ada sekitar 850 ribu ekor sapi di Jatim. Untuk memenuhi kebutuhan daging di daerah setempat hanya butuh sekitar 550 ribu ekor sapi. "Sisanya dikirim ke luar Jatim," katanya.

Karena itu pihaknya melakukan analisa masalah, sebab secara teori seharusnya ketika kebutuhan daging tercukupi, bahkan melimpah, seharusnya harga di pasaran bisa stabil. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, "Kita cari terus akar masalahnya. Apakah mata rantainya terlalu panjang atau karena sebab lain," ujarnya.

Untuk mengendalikan harga daging sapi termasuk mengurai permasalahan sapi, lanjutnya, Gubernur Jatim Soekarwo sudah melaporkan hal itu ke Presiden Joko Widodo. Harapan kedepannya agar segera ada solusi terkait masalah tersebut.

Sembari menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, pihaknya sekarang sedang fokus pengendalian harga gula pasir. Secara fakta, Jatim surplus
gula. Tapi kenyataannya, harga komoditas tersebut di pasaran terus melonjak.

Di Malang, harga daging sapi Rp106 ribu hingga Rp115 ribu per kg dari sebelumnya Rp80 ribu per kg dan harga gula pasir Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kg dari sebelumnya Rp9 ribu per kg. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya