Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengeluh sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram sejak memasuki Ramadan. Kalaupun ada, mereka harus merogoh kocek lebih dalam karena harga yang ditawarkan lebih mahal dari biasanya di tingkat pengecer.
Ujang Heryaman, 35, warga Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi mengatakan sejak beberapa hari lalu dirinya kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. "Saya nyari ke mana-mana, enggak ada. Saya bisa mendapatkannya karena memesan lebih dulu ke pemilik warung beberapa hari sebelumnya. Tapi harganya dipatok jadi Rp25 ribu per tabung dari biasanya Rp20 ribu per tabung," terang Ujang, Senin (13/6).
Ujang tentunya keberatan dengan naiknya harga elpiji 3 kilogram yang bisa dibilang semena-mena. Tapi dia tak bisa berbuat banyak karena sangat membutuhkan pasokan elpiji untuk kebutuhan istrinya memasak saat Ramadan.
"Saya keberatan karena di saat situasi seperti ini, seolah-olah dimanfaatkan penjual mencari keuntungan lebih. Padahal kalau berjualan itu harganya yang wajar-wajar saja, tidak perlu dinaikkan seperti itu," tegasnya.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Sukabumi, Yudha Sukmagara, mengaku keteteran dengan lonjakan permintaan elpji 3 kg sejak beberapa hari lalu, utamanya sejak memasuki Ramadan. Hiswana Migas sudah berkoordinasi dengan Pertamina menyikapi kondisi tersebut.
"Nanti ada yang namanya fakultatif. Memang beberapa hari lalu suplai kita sangat kurang karena tingginya permintaan. Lonjakan peningkatannya antara 10%-20% dari kuota normal," kata Yudha.
Ketimpangan jumlah penerima dengan kuota elpiji yang disuplai saat ini karena data yang digunakan tidak berubah. Artinya, data penerima elpiji 3 kilogram pada 2015 dan 2016 masih tetap sama.
"Padahal di sisi lain, setiap tahun dipastikan pengguna elpiji 3 kilogram selalu bertambah. Untuk di Kota Sukabumi kuotanya sekitar 600.000-an tabung. Sedangkan di Kabupaten Sukabumi mencapai 1.600.000-an tabung. Kalau mau tidak ada kelangkaan karena kurangnya suplai, maka harus segera ada penambahan kuota. Tapi itu domainnya pemerintah, bukan Hiswana Migas. Kita hanya sebagai penyalur saja," terang Yudha. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved