Menghidupkan Kembali Pelabuhan Ampenan dengan Sentuhan Wisata

13/6/2016 17:35
Menghidupkan Kembali Pelabuhan Ampenan dengan Sentuhan Wisata
(mataramkota.go.id)

JIKA Jakarta memiliki Kota Tua yang bakal diformat menjadi destinasi wisatawan andalan, kota Mataram, Lombok, NTB, memiliki Ampenan yang juga dikenal sebagai wilayah Kota Tua.

Saat memasuki dan menginjakkan kaki di Kota tua Ampenan, serasa diajak kembali bercengkramana dan bernostalgia dengan suasana kehidupan masa lampau. Ada deretan puluhan bangunan tua bercorakkan arsitektur masa lampau yang siap menyapa. Kota tua Ampenan juga menjadi saksi bisu masa kejayaan dan keemasan Ampenan sebagai armada pelabuhan, pusat perkonomian dan perdagangan.

"Ada investor dari Bali yang bergerak pada usaha jasa kapal pesiar yang sudah menyatakan kesiapan dan kesanggupannya membangun pelabuhan wisata. Rencananya pembangunannya dilaksanakan tahun ini,” papar Wali Kota Mataram Ahyar Abduh.

Menurut Ahyar, investor tersebut tergoda dengan Ampenan lantaran belakangan ada banyak permintaan wisman yang menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi sejumlah destinasi di Lombok. Ampenan juga dinilai sebagai titik yang pas, tak butuh waktu lama untuk menyeberang dari Bali.

Penyeberangan dari Karang Asem, Bali, ke Ampenan bisa ditempuh dalam waktu satu jam. Sementara bila menyeberang dari Pelabuhan Padangbae, Bali, hingga Lembar, memakan waktu sekitar lima jam.

“Permintaan wisman dengan kapal pesiar untuk mampir ke Lombok, terutama asal Eropa, cukup tinggi. Karena itulah investor ini sangat berkeinginan untuk membangun pelabuhan di kawasan Ampenan. Kawasaan ini dianggap sangat ideal untuk menyandarkan kapal-kapal pesiar,” katanya.

Ia mengatakan, Ampenan dulunya memang merupakan pelabuhan sebelum dipindah ke Lembar, Lombok Barat. "Terkait dengan izin kesahbandaran dan persiapan administrasi lainnya sudah dilakukan oleh pihak investor. Bahkan saat ini mereka sedang mempersiapkan untuk pembangunan anjungan,” tambahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik rencana menghidupkan kembali pelabuhan Ampenan dengan sentuhan pariwisata. Namun ia mengingatkan untuk juga memikirkan masalah amenitas, pusat kafe, dan restoran seperti Bukit Bintang Kuala Lumpur, Malaysia. Benchmark dari situ untuk mengambil market gaya hidup Timur Tengah, yang cafenya buka malam sampai pagi.

"Ada pelabuhan, dilengkapi dengan amenitas itu, maka Lombok akan lebih hidup," ungkap Arief Yahya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya