10 Prajurit Paskhas Jadi Korban Hercules

Rudi Kurniawansyah
01/7/2015 00:00
10 Prajurit Paskhas Jadi Korban Hercules
(AFP/ATAR)
SEPULUH prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU dari Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules yang jatuh di Medan, Sumatra Utara, kemarin. Seluruh penumpang yang berjumlah 113 orang, termasuk 12 awak, dipastikan meninggal dunia.

Pesawat angkut militer Hercules C-130 dengan register A-1310 jatuh menimpa bangunan Ruko Royal Gardenia di Jalan Djamin Ginting, beberapa saat setelah take-off (lepas landas) dari Lanud Soewondo, Medan--dulu Bandara Polonia. Pesawat buatan 1964 itu lepas landas pukul 11.48 WIB dan sempat ingin kembali ke lanud karena ada kendala teknis, sebelum akhirnya jatuh.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Penerbang (Pnb) Khairil Lubis, di Pekanbaru, Riau, kemarin, membenarkan 10 prajurit Paskhas 462/Pulanggeni Pekanbaru ikut serta dalam penerbangan Hercules sekitar pukul 09.00 WIB menuju Medan, kemarin.

Sebanyak 10 prajurit Paskhas itu mendapat tugas jaga di satuan radar, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. "Benar ada 10 prajurit kami yang ikut penerbangan itu," ungkap Danlanud.

Sepuluh prajurit tersebut ialah Sertu Irianto Sili, Serda Sugianto, Kopda Mujiman, Kopda Sarianto, Kopda Dani, Kopda Iriageng, Pratu Sepri Doni, Pratu Warsianto, Pratu Rudi Hariono, dan Pratu Hardianto Wibowo.

Bukan kali ini saja TNI-AU kehilangan pasukan elite yang menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules. Pada 5 Oktober 1991, sebanyak 121 prajurit Paskhas TNI-AU menjadi korban jatuhnya Hercules C-130 di kawasan Condet, Jakarta Timur, saat HUT ke-46 TNI.

Dijelaskan Danlanud Roesmin Nurjadin, pesawat Hercules A-1310 setiap bulan rutin membawa logistik dan personel TNI-AU ke rute-rute yang sudah disiapkan. Rutenya yaitu Halim-Roesmin-Dumai Medan-Tanjungpinang-Ranai Natuna-Pontianak.

Kabar dari Malang, Jawa Timur, menyatakan pesawat Hercules yang jatuh di Medan tersebut dari Skuadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, yang diterbangkan 12 personel TNI-AU. Hal itu ditegaskan Kepala Penerangan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Letnan Kolonel Sutrisno di Malang, kemarin.

Personel terbaik TNI-AU yang turut menjadi korban musibah kecelakaan pesawat yakni Kapten Penerbang Sandy Permana yang menjadi pilot Hercules, Kopilot 1 Letnan Satu Penerbang Pandu Setiawan, Kopilot 2 Letnan Dua Penerbang Dian Sukma. Kemudian ada Navigator 1 Kapten Riri Setiawan, Juru Radio Udara Sersan Mayor Bambang, Juru Mesin Udara 1 Pembantu Letnan Satu Ibnu Kohar, dan Juru Mesin 2 Pembantu Letnan Dua Andik.

Korban lainnya ialah Juru Mesin Udara 2 Pembantu Letnan Dua Parijo, Instruktur Load Master Pembantu Letnan Satu Ngateman, Load Master 2 Pembantu Letnan Satu Yahya Komari, Pembantu Letnan Dua Agus P, serta Extra Crew Prajurit Dua Alvian.

"Pesawat Hercules berangkat dari Lanud Malang pada Senin (29/6) untuk melakukan penerbangan umum. Menurut jadwal, direncanakan tiba kembali di Malang pada Kamis (2/7)," tegas Kolonel Sutrisno.

Keluarkan asap
Dari Medan, seorang warga, Zulhamdi, kemarin, mengatakan pesawat terlihat sudah mengeluarkan asap ketika berada di atas Jalan Djamin Ginting. Sebelum jatuh, pesawat mengenai tiang listrik dan kemudian jatuh di atas bangunan ruko di Kompleks Royal Gardenia.

"Dari jauh sudah terlihat pesawat mengeluarkan asap, kemudian pesawat jatuh dan mengeluarkan asap tebal," ujar Zulhamdi.

Edi Bangun, seorang saksi mata, mengatakan pesawat jatuh langsung diiringi ledakan besar sekali dan diikuti ledakan-ledakan kecil. "Kaki saya bergetar ketika saya ambil gambarnya memakai ponsel saya.

"Evakuasi korban kemudian dilakukan. Korban dengan kondisi terbakar dan sulit dikenali kemudian dibawa ke RS Adam Malik, Medan. Identifikasi korban terus dilakukan. Selain itu, pencarian korban terus dilakukan hingga tadi malam dengan menggunakan penerangan. (BN/PS/YN/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya