"Ku antar kau ke bandara Nak, kayak gini jadinya." Begitu teriakan histeris Remina Sihombing, 50, di depan kamar jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Adam Malik, Medan, Sumatra Utara (Sumut).
Tak habis-habis Remina menyesali dan menangisi putri bungsunya, Risma br Purba, 17. Risma merupakan salah satu korban dari 100 penumpang pesawat Hercules C 130 yang jatuh di Jalan Djamin Ginting, Medan, Sumut, kemarin.
"Tadi pagi dia kuantar ke bandara, mau liburan dia ke Natuna," ujarnya sambil diiringi isak tangisnya.
Remina yang warga Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Asahan, Sumut, sengaja datang ke Medan untuk mengantar anaknya ke Bandara Polonia yang kini bernama Lanud Soewondo.
Remina yang merupakan anak bungsunya berencana liburan ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Gadis manis berambut panjang itu baru saja menamatkan sekolah menengah atas. "Sambil menunggu mau masuk kuliah, dia pergi berlibur," ujarnya lagi.
Berlibur ke Pulau Natuna juga menjadi pilihan bagi abang beradik Rizki Budi Prakarsa, 18, dan Rinaldi Widianto Putra, 15.
"Selain liburan, mereka akan bekerja dan bersekolah di sana," ujar Daniel Armansyah, salah satu kerabatnya yang menunggu di depan kamar jenazah.
Abang beradik tersebut berangkat dari Pekan Baru, Riau, pada Selasa (30/6) pagi dengan tujuan Pulau Natuna. "Ibunya sedang dalam perjalanan ke Medan untuk memastikan keberadaan abang beradik itu," ujar Daniel.
Selain itu, Daniel juga menyesalkan lambatnya pemberitahuan resmi dari pihak TNI-AU mengenai jumlah penumpang di dalam pesawat itu.
Kisah pilu juga dirasakan keluarga br Sinaga yang berkunjung ke Pulau Natuna untuk menjenguk istri anaknya yang akan melahirkan.
Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan pihaknya turut berdukacita terhadap korban tewas akibat jatuhnya pesawat Hercules.
"Kita ajak masyarakat Sumut untuk berdoa terhadap korban yang tewas karena kebanyakan dari mereka sedang menjalankan tugasnya," ujarnya.
Petaka di Medan itu membuat warga di wilayah Karesidenan Madiun, Jawa Timur, teringat kembali dengan tragedi pesawat Hercules C-130 nomor register A-1325 yang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan pada 20 Mei 2009. Pada kejadian itu, setidaknya 101 penumpang meninggal dunia.
"Mendengar siang tadi ada pesawat Hercules jatuh di Medan, kami mendadak teringat dengan jatuhnya pesawat Hercules pada 2009 silam. Sangat tragis dan menyeramkan," kata sejumlah warga di dekat Pangkalan Udara Iswahyudi Madiun, kemarin.
Menurut warga di sekitar Lanud Iswahyudi, apa yang mereka lihat di siaran televisi pesawat Hercules jatuh di Medan juga menimpa rumah penduduk, persis jatuhnya pesawat Hercules enam tahun lalu di Magetan. (YN/ST/N-1)