Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA daging ayam yang mencapai kisaran Rp35 ribu per kilogram sejak awal Ramadan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, belum menunjukkan tanda-tanda akan turun kembali.
Kondisi itu tak terlepas relatif masih tingginya harga jual dari peternakan (pemasok) ke para pedagang. "Sekarang harga ayam hidup yang dijual perusahaan naik Rp2 ribu per ekor," kata Falah, 28, pedagang daging ayam potong di Pasar Semimodern Cisaat, Minggu (12/6).
Naiknya harga di tingkat pemasok membuat pedagang mau atau tidak mau harus latah menaikkan harga jual. Padahal, bagi Falah, naiknya harga daging ayam saat ini tak berdampak terhadap pendapatan. Malahan omzetnya cenderung menurun karena masyarakat mengurangi kuantitas pembeliannya.
"Sekarang penjualan sepi karena harganya relatif masih mahal. Pelanggan saya yang biasanya membeli 1 kilogram, sekarang dikurangi jadi setengah kilogram," jelasnya.
Tahun lalu, memasuki pekan kedua Ramadan biasanya harga daging ayam beranjak turun. Tapi tahun kini berbeda, harganya pada pekan kedua masih tetap tak beranjak.
"Turunnya harga itu karena permintaan dan pasokan sudah stabil. Tapi kalau sekarang belum turun-turun juga harganya," jelasnya.
Isep Panji, 42, pedagang daging ayam di Pasar Cibadak, menyebutkan harga daging ayam secara bertahap merangkak naik. Semula harganya Rp28 ribu per kilogram, tapi lambat-laun naik hingga mencapai Rp35 ribu per kilogram.
"Dari sananya naik. Sekarang harganya Rp35 ribu per kilogram," katanya. Isep berharap harga daging ayam bisa turun di bawah Rp30 ribu per kilogram. Bagi pembeli maupun pedagang tidak ada yang dirugikan. "Kalau seharga Rp30 ribu saya kira wajar," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved