Presiden Jokowi Puji Pertumbuhan Ekonomi NTB

Antara
10/6/2016 21:29
Presiden Jokowi Puji Pertumbuhan Ekonomi NTB
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pujiannya atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 9,9% pada kuartal pertama 2016.

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama di NTB alhamdulillah saya kira yang terbaik di Indonesia 9,9%. 9,9% ini pertumbuhan yang tinggi sekali karena pertumbuhan dunia sekarang hanya 3,3 (%) dan pertumbuhan nasional hanya 4,9 (%)," kata Jokowi dalam sambutannya sebelum memulai salat tarawih di Masjid Raya At Takwa, Mataram, Provinsi NTB, pada Jumat (10/6) malam.

Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB juga mengalami deflasi.

Presiden sedang melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi NTB dan Provinsi Bali pada 10-11 Juni 2016 dengan memfokuskan pada pembangunan fasilitas pembangkit listrik.

Pada Sabtu (11/6) besok, Presiden akan meresmikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang yang menghasilkan listrik sebesar 2 x 25 Megawatt.

"Di provinsi-provinsi yang lain urusan listrik akan saya urus betul urusan listrik karena setiap saya ke daerah, ke kabupaten, ke kota, ke provinsi daerah lain keluhannya selalu listrik byarpet," kata Jokowi.

Menurut dia, pembangunan pembangkit itu diharapkan dapat membangun perekonomian daerah serta menunjang kesejahteraan dan pendidikan.

"Supaya kalau anak-anak kalau malam hari bisa belajar lebih baik. Usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro yang ada di kampung, di desa juga bergerak karena listriknya ada," jelas Jokowi.

Presiden akan meresmikan pembangunan PLTU Unit 2 Jeranjang di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pembangkit tersebut dapat menghasilkan listrik sebesar 2 x 25 MW untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat lokal. Kemudian, Jokowi juga akan meresmikan pembangunan PLTGU di Pesanggaran, Denpasar, Bali pada hari yang sama.

Sebelumnya pada Jumat pagi, Jokowi juga telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTU Lontar di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangeran, Provinsi Banten. Pembangunan pembangkit itu akan menambah kapasitas listrik sebesar 1 x 315 MW di Pulau Jawa. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya