Ikan Berformalin Ditemukan di Pasar Palembang

Dwi Apriani
10/6/2016 17:28
Ikan Berformalin Ditemukan di Pasar Palembang
(MI/PALCE AMALO)

SEBAGAI upaya melindungi konsumen dari pedagang nakal, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan membentuk tim pengawasan komoditas pangan dalam melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional dan pasar modern. Sidak pada Jumat (10/6) ini dilakukan di Pasar Cinde Palembang, Pasar Palima, dan Palembang Square Mall.

Dalam sidak, tim yang terdiri dari Dinas Peternakan Sumsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Badan Ketahanan Pangan Sumsel, Balai Karantina Pertanian Sumsel, Satpol PP Sumsel, serta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Palembang, menggunakan uji tes untuk komoditas pangan yang diambil sampelnya.

Yang dijadikan sampel di antaranya daging ayam, daging sapi, beragam jenis ikan, cumi-cumi, udang, buah-buahan, dan sayur-sayuran. "Dari pasar tradisional, kita cek ikan dari lima pedagang besar. Empat pedagang di antaranya menjual ikan yang mengandung formalin," ucap Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Luluk Hari Suci, seusai sidak Jumat.

Ikan yang mengandung formalin itu di antaranya ikan toman, udang, ikan tongkol, ikan kakap, ikan baung, cumi-cumi, dan sebagainya. Diduga formalin itu berasal dari air yang digunakan untuk rendaman ikan, atau berasal dari es batu untuk mendinginkan ikan.

"Kami sudah tanyakan kepada pedagang, mereka tidak tahu dari mana sumber formalin ini. Karena ikan yang dijual diambil dari pasar induk Jakabaring. Kami akan fokus untuk cari asal usul penjualan nakal ini," jelasnya.

Tim sidak meminta agar para pedagang tidak menjual lagi ikan-ikan yang mengandung bahan berbahaya itu, dan sudah mengumpulkan data pedagang. Pedagang itu akan diberikan pembinaan agar menjual ikan-ikan segar yang tidak menggunakan formalin.

Selain di pasar tradisional, tim juga menemukan ikan berformalin di Carrefour Palembang Square Mall. Di antaranya cumi, ikan bawal putih, ikan terisi, dan ikan kembung.

"Kami sudah minta agar Carrefour menarik ikan dengan kandungan bahan berbahaya ini. Jangan sampai dijual lagi. Karena kasihan konsumen jika sampai mengonsumsinya," beber Luluk.

Selain ikan, tim juga menemukan hampir semua tahu putih dan mi basah di pasar-pasar itu juga mengandung formalin. Dalam sidak tersebut, tidak ditemukan daging sapi dan daging ayam yang busuk. Semua daging dalam kondisi segar.

Begitu pun dengan sayur-sayuran dan buah-buahan, tidak ditemukan adanya bahan yang mengandung pestisida dan formalin.

"Kualitas daging ayam dan sapi, aman. Kita tes tidak ada satu pun yang dalam kondisi tiren (mati kemarin) atau sudah dioplos, ataupun mengandung bahan berbahaya," ucap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masayarakat Vetiliener Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, I Wayan Telabah.

Ia mengimbau agar masyarakat yang ingin berbelanja daging sapi dan daging ayam untuk memilih pedagang yang menjual di lapak resmi pasar. Agar tidak mudah ditipu oknum pedagang nakal.

"Kami lakukan sidak ini agar masyarakat, khususnya konsumen yakin untuk membeli beragam komoditas pangan yang ada. Sebab sekarang kan banyak informasi komoditas pangan mengandung berbahaya," beber Wayan.

Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Palima, Indar mengakui, semua daging yang dijualnya telah melewati proses pemotongan yang halal. "Kami potong di pagi hari, dan langsung dijual ke konsumen. Kami tidak jual daging busuk atau daging ayam tiren. Semuanya memang masih segar," beber dia.

Store Manager Carrefour PS Mall, Yulia, mengatakan, pihaknya tidak menduga ikan yang ada di Carrefour mengandung formalin. Sebab ikan-ikan itu diambil langsung dari pemasok.

"Kami hanya ambil ikan sesuai kebutuhan saja. Adanya formalin bukan dari kami, kami saja tidak tahu. Kami dapat ikan dari pemasok langsung," jelasnya.

Dengan adanya temuan ini, Carrefour akan lebih selektif lagi dalam memasok komoditas pangan. Pihaknya juga akan menekankan kepada penyalur agar komoditas pangan yang masuk ke Carrefour merupakan produk halal dan segar, serta tidak mengandung bahan berbahaya. (DW/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya