Ada Enam Jalur Maut di Banyumas

(LD/JI/RZ/AS/DG/N-1)
10/6/2016 02:10
Ada Enam Jalur Maut di Banyumas
(MI/RAMDANI)

POLRES Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), telah memetakan enam titik blank spot atau wilayah rawan kecelakaan yang biasa menelan korban jiwa. Titik rawan kecelakaan itu berada di jalur selatan dan tengah penghubung pantura ke jalur selatan. Kepala Unit (Kanit) Kecelakaan Satlantas Polres Banyumas Ipda Rudi Joko Sularso di Purwokerto, kemarin, memaparkan, di jalur selatan ada di Jalan Raya Jatilawang dan Jalan Raya Kebarongan. "Kedua lokasi itu merupakan jalan lurus dan rawan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa," katanya. Selain itu, lanjut dia, titik rawan ada di jalur tengah penghubung antara pantura dan jalur selatan meliputi tanjakan Ajibarang, Jalan Raya Krumput, yang merupakan jalan berkelok, serta di perempatan Srimaya, Kota Purwokerto.

Titik lainnya ialah jalur wisata di Jalan Baturraden. "Kami segera memasang rambu-rambu peringatan agar pengguna jalan, khususnya pemudik yang jarang melewati jalur setempat berhati-hati," ujarnya. Rudi menambahkan, pihaknya juga memetakan jalan alternatif yang dapat digunakan pemudik jika jalur utama mengalami kemacetan. "Sebelum arus mudik mulai, seluruh rambu peringatan harus sudah beres sehingga pemudik yang melewati jalur tengah maupun jalur selatan di Banyumas tidak kebingungan," tambahnya. Sementara itu, Jalan Cihanjuang yang merupakan penghubung Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, Jawa Barat, rusak parah.

Camat Parongpong Andi Sukarya menyatakan secara keseluruhan ruas jalan rusak di Kecamatan Parongpong lebih dari 3 km yang meliputi Jalan Cihanjuang-Kolonel Masturi, Ciwaruga-Kolonel Masturi, dan Jalan Sersan Bajuri. Perbaikan, sambung dia, direncanakan dilakukan pada tahun ini. Di lain hal, perbaikan bahu Tol Cipali di Km 103+400 yang longsor pada Kamis (26/5), menurut kontraktor yang memperbaiki ruas jalan itu, PT Tri Mustika, diperkirakan tuntas pada 16 Juni. Sepanjang 30 meter ruas jalan tol itu ambles sedalam 6 meter. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, sebanyak 36 tiang pancang sudah dipasang dan saluran air juga dikerjakan. Badan jalan yang berlubang tengah ditutup dengan menggunakan batu sebelum dicor. "Dari rencana dan rekomendasi, pada 16 Juni sudah selesai semua," kata staf PT Tri Mustika Jenudin di Purwakarta, Jawa Barat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya