BUMN Diminta Berinvestasi di Kaltara

(Adi/BB/BG/MS/N-2)
10/6/2016 01:10
BUMN Diminta Berinvestasi di Kaltara
(ANTARA FOTO/Rahmad)

PROVINSI Kalimantan Utara terbuka untuk investasi di bidang industri pupuk, listrik, gas, dan infrastruktur transportasi. Untuk itu, Gubernur Irianto Lambrie meminta BUMN untuk menanamkan modal mereka di provinsi termuda itu. "Adanya eksploitasi gas di Blok Simenggaris di Kabupa-ten Nunukan bisa dimanfa-atkan dengan membangun industri amonia, pupuk atau pembangkit listrik. Kalimantan Utara memiliki potensi gas yang sangat besar, sehingga bisa mendukung industri yang membutuhkan pasokan energi besar," papar Irianto setelah menemui Menteri BUMN Rini Soemarno, di Jakarta, Kamis (9/6).

Dia mengaku sudah meminta dukungan Menteri BU-MN terhadap kebutuhan listrik di daerahnya. Pasalnya, tarif listrik yang diterapkan PLN di Kalimantan Utara jauh lebih mahal daripada harga listrik nasional. "Biarpet parah juga masih terjadi." Atas keluhan itu, Menteri BUMN langsung merespons. "Menteri langsung menelepon pihak-pihak terkait, termasuk orang PLN. Dia juga memerintahkan tarif listrik di Tarakan disesuaikan." Dalam pertemuan yang sama, Irianto meminta agar BUMN untuk ikut serta dalam rencana pengembangkan potensi wilayah di Kalimantan Utara, di antaranya kawasan industri Tanah Kuning, pembangunan bandara, pelabuhan internasional, wilayah perbatasan, dan sarana transportasi.

"Pembangunan PLTA di Sungai Kawang tahap pertama dengan kapasitas 660 megawatt dan prakonstruksi sudah dimulai. Di sana ada 5 bendungan yang akan menghasilkan 6.000-7.000 Mw, sehingga potensinya sangat besar untuk PLTA," paparnya. Menteri Rini berjanji akan segera mengunjungi Kaltara, untuk memastikan adanya potensi yang bisa digali BUMN. "Kami akan sesuaikan dengan potensi alamnya." Di Sukabumi, Jawa Barat, pemkab mengalokasikan dana Rp1,36 triliun atau 40% dari APBD untuk pembangunan infrastruktur. Sementara itu, Pemkab Siak, Riau, membangun saluran irigasi sepanjang 66 km.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya