Ombak Besar Hempas Belasan Perahu Nelayan ke Jalan

Yose Hendra
09/6/2016 19:08
Ombak Besar Hempas Belasan Perahu Nelayan ke Jalan
(ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

OMBAK besar yang menerjang pantai Padang, Sumatra Barat, Kamis (9/6), menghempas belasan perahu nelayan hingga ke tengah jalan Samudera, kawasan Purus. Akibatnya, polisi sempat menutup kawasan wisata tersebut.

Salah seorang nelayan di Pantai Padang kawasan Purus, Afrizal, mengatakan, ombak yang cukup besar mulai terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Ombak besar, katanya, sudah terjadi sejak awal puasa beberapa hari yang lalu, tetapi hari ini paling besar.

"Ombaknya sangat besar. Menghempas sekitar 15 perahu yang akhirnya rusak. Puluhan fiber (tempat penyimpan ikan) tidak bisa dipakai karena terjangan ombak," ujarnya.

Ombak besar yang mengakibatkan banjir rob ini sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya. Bahkan, diprediksi akan terjadi hingga Jumat (10/6) besok, gelombang dengan ketinggian 2,5 meter hingga 4 meter yang akan melanda wilayah perairan barat Sumatra dan perairan Selatan Jawa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan penyebab fenomena gelombang tinggi ialah pengaruh astronomi terjadinya bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus, sehingga mengakibatkan naiknya tinggi muka laut.

Ia menambahkan, hal tersebut juga bersamaan dengan terjadinya anomali positif tinggi air laut sebesar 15-20 cm. "Penyebab lain karena adanya penjalaran alun yang dibangkitkan dari pusat tekanan tinggi subtropis di barat daya Australia," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat di kawasan pantai waspada dan nelayan untuk tidak melaut. "Wisatawan di pantai juga harus hati-hati. Ikuti larangan dan semua aturan yang ada," katanya.

Selain menghantam perahu nelayan, gelombang tinggi juga menimbulkan banjir rob. Banjir rob terjadi di Padang, dan juga menghantam wilayah pantai barat Sumatra Barat lainnya seperti Pesisir Selatan.

Di Padang, wilayah yang paling parah kena abrasi ialah di Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo. Lurah Pasie Nan Tigo Alizar mengatakan, abrasi sudah lama menghantam daerahnya, tetapi semakin parah dalam beberapa hari terakhir.

Dari data yang ia lakukan, abrasi telah merusak 12 unit rumah. Untuk membendung abrasi tidak meluas, pihaknya akan menyalurkan 500 karung berisi pasir yang dibantu BPBD Kota Padang untuk dibikin tanggul.

"Kami usulkan 1.000 karung tetapi bantuan yang datang baru 500 karung dan sudah ada di kecamatan," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Padang Rudi Rinaldy mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan ke titik yang dilanda abrasi berupa karung yang nantinya akan diisi oleh warga dengan pasir.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan untuk saat ini Pemkot hanya bisa menawarkan solusi jangka pendek yakni warga korban abrasi mengungsi dulu ke rumah kerabat atau keluarga hingga suasana kondusif.

Untuk jangka panjang, solusi yang ditawarkannya dengan menambah pembangunan batu grib. Ia mengatakan, pihaknya baru memasukkan permintaan anggaran ke Balai Sungai untuk pembangunan batu grib.

"Sekarang lagi anggaran perubahan, jadi tidak bisa berharap dari APBN. Semoga usulan ini bisa turun tahun 2016," tandasnya.

Sementara di Pesisir Selatan, dilaporkan sebanyak lima kepala keluarga diungsikan karena terancam abrasi di Lakitan. (YH/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya