Pemkab Boyolali Belum Akan Lakukan OP

Widjajadi
09/6/2016 17:51
Pemkab Boyolali Belum Akan Lakukan OP
(FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

KEBUTUHAN pokok di kabupaten Boyolali masih bertahan tinggi meski pasokan lancar. Gula pasir sudah merangkak hingga Rp17 ribu/kg dan daging sapi segar super masih di atas Rp 110 ribu. Bahkan ayam ras juga sudah naik Rp 4 ribu, hingga menjadi Rp 32 ribu/kg.

Namun begitu Pemkab setempat belum merencanakan untuk melakukan operasi pasar. "Disperindag Boyolali belum akan melakukan operasi pasar, karena meski harga naik tidak ada kepanikan dan aksi borong oleh masyarakat. Kami berharap para pedagang juga tidak melakukan aksi timbun barang. Semua pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar masih terus dipantau secara intensif hingga mendekati lebaran nanti," tegas Kepala Disperindag Boyolali, Suyitno, Kamis (9/6).

Pemkab, lanjut dia, akan berusaha keras agar pasokan distribusi sembako lancar, supaya tidak menganggu dan memicu kenaikan tidak wajar. Jika sampai kondisi chaos sembako ini muncul, dipastikan akan dilakukan operasi pasar.

"Yakinlah, Pemkab pasti turun operasi pasar. Namun sekarang harga-harga memang tinggi, tetapi masih di atas kewajaran, dan yang terpenting distribusi lancar," imbuh Suyitno.

Pada saat sama di Wonogiri yang merupakan wilayah sentra ternak sapi potong terbesar kedua di Jawa Tengah setelah kabupaten Blora semakin banyak didatangi para pedagang dari luar kota, terutama Jakarta dan Bandung. Mereka meningkatkan pembelian sapi pedaging Wonogiri di tengah upaya pemerintah menurunkan harga daging sapi sebesar Rp80 ribu dengan cara mendatangkan daging beku impor.

"Sejak sepekan sebelum Ramadan saya mendapatkan laporan, semakin banyak pedagang dari Jakarta dan Bandung mendatangi sentra sentra ternak yang tersebar di 25 kecamatan. Kami ingatkan kepada para peternak, agar tidak menjual sapi betina produktif, karena untuk kepentingan pembibitan supaya tidak terputus," tegas kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan ( Disnakperla ) WOnogiri, Rully Pramono Retno. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya