Abrasi Ancam Pantai Bugel

Agus Utantoro
09/6/2016 15:58
Abrasi Ancam Pantai Bugel
(ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

PULUHAN rumah di Pantai Bugel, Kabupaten Kulonprogo, terancam hanyut terseret ombak atau pun roboh akibat abrasi. Abrasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan air laut terus masuk ke daratan hingga 30 meter.

"Sebanyak 50 rumah yang dahulunya jauh dari pantai kini sudah tidak lagi. Rumah kami tinggal beberapa meter dari bibir pantai," kata Sukarman, warga Bugel, Kamis (9/6).

Ia menyebutkan saat ini, jarak perumahan warga transmigran dengan laut selatan sangat dekat, kurang dari 10 meter. Kalau gelombang pasang terus tinggi hingga 30 hari ke depan, perumahan warga dapat terancam terbawa ombak.

Sedangkan pohon-pohon cemara udang yang ada di bibir pantai sepanjang tiga kilometer juga roboh, bahkan terbawa ke laut. "Kondisi sabuk hijau di kawasan Pantai Bugel mengkhawatirkan," tambahnya.

Warga berharap, Pemkab Kulonprogo segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi perumahan warga transmigrasi lokal. Kawasan ini dikenal sebagai kawasan transmigrasi lokal, yang dibangun oleh Pemprov DIY.

Dia menambahkan kerugian akibat gelombang pasang air laut cukup banyak. Petani hortikultura, seperti cabai, semangka, dan melon diperkirakan mengalami kerugian Rp1 miliar, belum lagi tambak udang yang ada di kawasan pantai.

"Kerugian terbesarnya pada kerusakan sabuk hijau, yakni hilangnya cemara udang di sepanjang pantai. Alokasi anggaran penanaman modal cemara udang mencapai miliaran," katanya.

Ketua Kelompok Nelayan Sub Bugel Peni II Warto mengatakan kawasan Pantai Bugel terkena abrasi yang jauhnya mencapai 25 meter dari bibir pantai. Akibatnya, nelayan kesulitan menaikan atau menurunkan kapal.

"Sebelum ada Pelabuhan Tanjung Adikarto, lahan pasir Pantai Bugel sangat luas. Tapi, sekarang tidak ada bibir pantai, pasir dihantam ombak yang tinggi. Bahkan, dimungkinkan akan mengancam perumahan nelayan," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya