Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemilik tambak udang di Garongan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan upaya penyelamatan tambak mereka dari amukan gelombang tinggi Samudera Hindia.
Salah satu pemilik tambak udang, Wiji Warsono, di Kulonprogo, Rabu (8/6), mengatakan hampir semua tambak udang di dekat pantai terkena gelombang pasang air laut sehingga petambak berupaya menyelamatkan udang dengan panen dini.
"Kami memanen udang yang terkena gelombang. Umurnya baru sekitar 60 hari. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian yang cukup besar," kata Wiji.
Ia mengatakan sejak Selasa (7/6) air laut masuk ke tambak udang. Hal ini membuat petambak udang khawatir akan menyebabkan udang mati. Untuk itu, petambak memanen dini udang yang terkena air laut.
"Kejadian gelombang tinggi ini baru pertama kali sehingga membuat kami panik. Kami baru berusaha bangkit setelah beberapa waktu udang kami diserang berak putih," katanya.
Wiji berharap harga udang tidak anjlok. Namun, sampai saat ini, pembeli udang dari Cilacap, Jawa Tengah, belum menentukan harga udang yang sedang dipanen.
"Hal yang terpenting, udang dapat diselamatkan dan tidak banyak menimbulkan kerugian. Kami berharap pedagang udang tidak memanfaatkan kondisi saat ini," katanya.
Koordinator SAR Pantai Glagah Syamsudin mengatakan gelombang pasang air laut sudah sedikit reda jika dibandingkan dengan gelombang laut pada Selasa (7/6). Meski demikian, air laut menggenangi laguna Pantai Glagah sehingga laguna penuh dan dalam.
Selain itu, lokasi tempat berjualan dan kolam renang yang ada di sekitar laguna tergenang air laut. Warung-warung makan selatan laguna, tertimbun pasir.
"Saat ini, aktivitas di kawasan laguna Pantai Glagah lumpuh. Tidak ada kegiatan ekonomi. Nelayan juga tidak melaut selama dua minggu terakhir," katanya.
Gelombang besar di perairan selatan Gunungkidul menyebabkan perahu nelayan bernama Dwi Tunggal terombang-ambing karena tidak dapat merapat. Anak Buah Kapal (ABK) perahu Dwi Tunggal, kata Sekretaris Korwil SAR Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan ABK tidak berani mendekat ke pantai karena gelombang besar.
"ABK tidak berani mendarat karena kondisi gelombang yang cukup tinggi hingga 5 meter. Informasinya jangkar kapal diturunkan, menunggu kondisi gelombang mereda. ABK masih menunggu ombak kembali turun sehingga bisa mendarat,” katanya.
Untuk nama ABK, lanjutnya, hingga saat ini belum diketahui karena posisinya berada di kawasan Pantai Gesing Kecamatan Panggang. "Nelayan masih menunggu situasi atau kondisi gelombang agar landai baru bisa kembali ke daratan," ujarnya. (AU/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved